Bupati Morut dan Wakilnya Diperiksa KPK Sebagai Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor DPRD

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Gegung Kantor KPK. (Foto/KPK)

Morut, gemasulawesi – Bupati (Morut) Delis Julkarson dipanggil KPK dan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan di wilayahnya.

Bupati Morut Delis Julkarson dan wakilnya Djira Kendjo diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pembangunan tahap 1 gedung DPRD tahun anggaran 2016.

Humas KPK, Ali Fikri menjelaskan, Bupati Morut dan wakilnya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus .

Baca: Korupsi BPNT Covid-19, Polda Sulsel Tetapkan 14 Tersangka

Pemeriksaan KPK terhadap Bupati Morut itu ternyata merupakan kali kedua.

“Hari ini pemeriksaan saksi dugaan kasus pembangunan tahap 1 kantor DPRD , jelas Ali Fikri, Kamis 5 Januari 2023.

Ali mengatakan, Bupati Morut Delis J Hehi dan wakilnya diperiksa di kantor KPK, yang berada di Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca: Korupsi Dana Perbankan, Pegawai BRI di Sulsel Ditahan

Selain itu, KPK juga memeriksa Masjudin Sudin, selaku Kepala BPKAD .

Namun, Ali tidak menjelaskan terkait kepada ketiga orang tersebut.

Sebelumnya, Delis Julkarson dan Djira Kendjo sudah pernah diperiksa sebagai saksi pada Kamis 15 Desember 2022 lalu.

Baca: 2 Pejabat Kemendag Ditetapkan Tersangka oleh Bareskrim Terkait Korupsi Gerobak

Saat ini, penyidikan masih terkait dugaan pembangunan Gedung DPRD Tahap 1 pada saat pelaksanaan 2016 lalu.

KPK diketahui sedang mendalami dugaan di pembangunan gedung kantor DPRD , Sulteng.

Penjelasan KPK

Dalam kasus ini, KPK mengungkap kasus dugaan suap pembangunan Gedung DPRD , Sulawesi Tengah senilai Rp 9 miliar.

Baca: Sidang Perdana Korupsi Minyak Goreng Digelar, Mantan Dirjen Daglu Kemendag Siap Hadapi Sidang

“Menurut informasi yang kami terima, bangunan Kantor DPRD itu berada di atas tanah miring. Kondisi itu tidak bisa. penelusuran catatan, kemungkinan besar ada kerugian total,” kata Deputi Bidang Penegakan Hukum KPK Karyoto kepada wartawan, Selasa, 22 November 2022.

Berdasarkan hal itulah, KPK menyatakan ada tindakan curang yang dilakukan oknum selama proses pembangunan kantor DPRD Morut tersebut.

Pertama, berkaitan dengan hal pembebasan lahan.

Baca: Polda Sulawesi Selatan Tetapkan 3 Tersangka Korupsi di Dishub

Kedua adalah masalah konsultan perencana pembangunan.

Ketiga, untuk pelaksanaan pembangunan yaitu perusahaan konstruksi MGK. (*/Akir)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.