Elon Musk Pulihkan 12.000 Akun Twitter Penyebar Hoax yang Diblokir

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Logo twitter (Foto/Twitter)

Internasional, gemasulawesi – berusaha memulihkan ribuan akun yang telah diblokir akibat dugaan penyebaran berita hoax. Hari ini, sebuah laporan mengungkapkan bahwa dia telah memulihkan hampir 12.000 akun yang diduga penyebar berita hoax.

Ribuan akun ini sebelumnya diblokir karena menyebarkan lelucon, ujaran kebencian terhadap pornografi atau bokep.

Angka ini diungkapkan oleh seorang pengembang perangkat lunak asal Jerman bernama Travis Brown.

Baca: Turnamen Sepak Bola Anwar Hafid Cup 2022 di Morowali Menjadi Berkah Bagi Pelaku UMKM

Dia mendapatkannya setelah melacak ID dan  nama akun yang sebelumnya terblokir melalui daftar Github.

Tercatat hingga saat ini, hampir 12.000 akun telah dipulihkan sejak 27 Oktober, dan terhitung 8 November, beberapa ratus akun telah dibuka dari blokiran.

Laporan terbaru menyebutkan, berupaya memulihkan sekitar 62.000 akun dengan lebih dari 10.000 pengikut.

Baca: Polisi Identifikasi Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Akun diblokir karena meretas aturan  seperti menyebarkan Covid -19 misinformasi vaksin, akun spam, profil yang membagikan konten bebas hak cipta, hingga akun porno.

Beberapa akun yang dianggap kontroversial, seperti anti-Yahudi hingga politisi sayap kanan, juga telah diaktifkan kembali oleh Elon Musk.

Dalam laporan lain, penelitian menemukan bahwa ujaran kebencian meningkat setelah  membeli . Konten rasis dan komentar jahat disebarluaskan di platform ini.

Baca: Korban Bom Bunuh Diri di Bandung, Satu Anggota Polisi Meninggal

Namun, , sebagai pemilik , menolak klaim tersebut dan menganggapnya tidak benar. Dia juga mengatakan saat ini ada sekitar 500 juta tweet per hari dan jutaan tayangan.

 “Jadi, tayangan ujaran kebencian tidak lebih dari 0,1% dari apa yang Anda lihat di ,” klaimnya. (*/KSD)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.