Gagal Konstruksi, Proyek Pavin Block SIKIM Parimo

waktu baca 2 menit
Kondisi pavin Block SIKIM Avulua Usai di PHO (foto Syafii)

Gagal konstruksi, pengerjaan proyek pemasangan Sentra Industri Kecil Dan Menengah ().

Program Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulteng tahun 2018.

Parimo, gemasulawesi.com Pasalnya, dari pantauan gemasulawesi.com di lokasi pembangunan SIKM di Desa Avulua Kecamatan Parigi Utara , pengerjaan proyek dengan anggaran Rp940 juta itu terkesan asal jadi.

Penelusuran media ini, ditemukan sejumlah kejanggalan terkait gagal konstruksi proyek pembangunan SIKM yang diduga tidak sesuai standar pengerjaan .

Fakta yang ditemukan antara lain, kondisi pemasangan dasar tidak padat yang memungkinkan posisi akan amblas.

Seharusnya, struktur dasar areal pemasangan dipadatkan terlebih dahulu menggunakan mesin pemadat tertentu.

Sayangnya, dari kondisi dilapangan, struktur dasar pemasangan tidak dipadatkan.

Kemudian diperparah lagi dengan bahan material struktur dasar pemasangan yang tidak disesuaikan dengan spesifikasi beban yang akan melewati areal tersebut.

Mirisnya, pemasangan tidak disertai dengan kanstin beton memadai sebagai pengunci paving block, agar yang sudah terpasang tidak bergeser, pengunci paving block yang terpasang terlihat hanya mengunci sekedarnya saja.

Kualitas teknisnya mudah pecah tidak mampu menahan bobot tekanan ratusan kilogram.

Pemasangan kanstin semestinya dengan struktur beton yang dipasang dengan kedalaman dan spesifikasi tertentu.

Akibatnya, saat ini SIKM Avolua sudah terlihat terbongkar, walaupun pengerjaan proyek tersebut baru saja di PHO-kan oleh Disperindag Parimo.

Sementara itu PPTK Disperindag , Wawan Yulianto yang saat ini telah dilantik menjadi Kabag Umum sekretariat daerah yang dikonfirmasi nampak terkejut saat diperlihatkan gambar kerusakan pada di avulua.

“Dibagian mana ini pak?” tanyanya kepada wartawan media ini.

Menurutnya, semua pekerjaan sudah sesuai dengan teknis pelaksanaannya saat di PHO, kondisi pekerjaan juga sudah diperiksa oleh pihak BPK.

“Saya masih di Tinombo pak, nanti saja kalau sudah di Parigi kita ketemu biar bisa lebih jelas lagi,” tutupnya.

Baca juga: Peluang Bisnis Parimo Ditengah Kondisi Sulit

Laporan: Muhammad Rafii/Muhammad Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.