Gubernur Papua Lukas Enembe Punya Kaki Tangan dengan Kasino di Singapura

waktu baca 2 menit
Karyoto, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa, Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki kaki tangan atau orang kepercayaan yang menghubungkannya dengan kasino. Foto/papua.go.id

Berita Hukum, Gemasulawesi – Karyoto, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa, Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki kaki tangan atau orang kepercayaan yang menghubungkannya dengan kasino (rumah judi) luar negeri.

Penghubung antara Lukas dan kasino terdeteksi di Singapura. Karyoto mengaku pihaknya juga mengantongi nama kaki tangan Lukas yang menghubungkan kasino luar negeri, namun sayangnya Karyoto tidak membeberkan detailnya.

“Apa yang disampaikan oleh PPATK yang di kasino tersebut menggunakan metode yang sangat unik dan tidak biasa,” kata Karyoto di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (20/09/2022). “Bahkan kemarin, menemukan sebagai salah satu penghubung di Singapura sudah memiliki nama, nanti diupayakan untuk pemeriksaan atau panggilan,” tambahnya.

Sebelumnya mengungkapkan temuan adanya transaksi keuangan milik Lukas mengalir ke kasino luar negeri. Tak tangung-tanggung, jumlahnya sekitar 55 juta dolar Singapura atau sekitar Rp560 miliar.

Baca: Pemerintah Singapura Berikan Alasan Kasus Deportasi UAS

Penghubung yang diduga berada di Singapura berpotensi untuk ditetapkan sebagai tersangka jika terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi Lukas Enembe. “Apakah orang tersebut terlibat secara aktif atau pasif ikut membantu tersangka dalam menyembunyikan atau menyamarkan hasil tindak kejahatan,” jelas Karyoto.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka di Papua. Hanya saja, KPK belum membeberkan secara detail konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas dilarang bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Dia dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan, mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Selain itu, PPATK juga memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak terkait, karena PPATK menemukan transaksi keuangan yang aneh atau mencurigakan. (*/GSA)

Baca: Dianggap KPK Tak Mampu Novel Baswedan Tawarkan Bantuan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.