Tangani 310 Hektar Sawah Terdampak Banjir, Wabup Parigi Moutong Instruksikan Ini

Wakil Bupati Parigi Moutong gerak cepat pimpin pemulihan pasca-banjir. Fokus perbaikan tanggul darurat demi selamatkan ratusan hektar sawah warga.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid memimpin langsung percepatan pemulihan infrastruktur pertanian pasca-banjir bandang yang merendam ratusan hektar sawah warga.

"Pemerintah daerah mengambil langkah taktis bersama instansi terkait guna menyelamatkan sektor pangan yang terdampak serius," ujar Abdul Sahid saat meninjau titik kerusakan lingkungan.

Baca Juga:
Kerja Sama Pemda Parigi Moutong dan KKP RI Beri Beasiswa Kuliah Gratis D3 D4 untuk Anak Nelayan

Instruksi penanganan cepat berfokus pada perbaikan tanggul sungai dan pembersihan saluran irigasi yang tersumbat lumpur. Langkah darurat ini menjadi prioritas utama demi mengantisipasi ancaman gagal panen meluas di beberapa kecamatan.

Data Pusdalops BPBD menunjukkan luapan air merusak sedikitnya 310 hektar tanaman padi produktif siap panen. Kerugian terbesar petani tercatat berada di wilayah Kecamatan Torue, Parigi Selatan, dan Balinggi.

Pemerintah daerah menggerakkan alat berat ke lokasi jembatan putus dan saluran drainase yang mengalami sumbatan akut. Pembuatan tanggul bronjong darurat mulai dikerjakan pada puluhan titik rawan luapan sungai guna menahan arus.

Koordinasi bersama jajaran kepala desa juga diperketat untuk memastikan distribusi logistik pengungsi berjalan tanpa hambatan. Pendataan ulang lahan perkebunan terdampak terus berjalan guna menyusun skema bantuan bibit lanjutan.

Baca Juga:
Jalan Mensung Tinombala Disebut Beri Kontribusi Pangkas Biaya Logistik Petani

"Kami menginstruksi BPBD bergerak simultan memperbaiki fasilitas publik sekaligus menyalurkan kebutuhan pokok warga," tegas Abdul Sahid di lokasi bencana.

Masyarakat diimbau mendukung normalisasi saluran air dengan mengikhlaskan sebagian lahan untuk pelebaran drainase demi kepentingan bersama. Gotong royong warga menjadi pilar penting mempercepat pemulihan roda ekonomi daerah pasca-bencana.

Bagikan: