Parigi moutong, gemasulawesi - Konflik pertanahan dan semrawutnya tata ruang di tingkat tapak kerap bermula dari minimnya pemahaman masyarakat soal administrasi lahan.
"Mahasiswa diharapkan berkontribusi melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, membantu pemutakhiran data, serta meningkatkan pemahaman mengenai administrasi pertanahan dan pemanfaatan ruang sesuai peruntukannya," ujar Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, beberapa waktu lalu.
Langkah ini menyasar penguatan literasi hukum warga akar rumput.
Pemerintah Daerah Parigi Moutong menilai kehadiran akademisi di desa mampu menjembatani celah data pertanahan.
Baca Juga:
Terganjal Gugatan PTUN Palu, Pelantikan Kepala Disdikbud Parimo Terancam Batal
Sektor pertanahan memerlukan ketelitian tinggi dalam pemetaan wilayah.
Keterlibatan mahasiswa KKN Tematik Universitas Tadulako diproyeksikan mampu mempercepat validasi tata ruang daerah.
Abdul Sahid menekankan pentingnya kolaborasi erat demi kelancaran program lapangan.
Pemerintah Daerah Parigi Moutong bersama Kantor Pertanahan setempat siap mendampingi seluruh kegiatan riset dan pemetaan.
"Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, menjadi agen perubahan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Kehadiran peserta KKN diharapkan menciptakan dampak jangka panjang bagi kerapian sertifikasi tanah warga.
Seluruh peserta program pengabdian ini disebar ke titik wilayah strategis.
Tiga wilayah fokus utama pengabdian meliputi Kecamatan Parigi, Parigi Barat, serta Parigi Tengah.
Baca Juga:
Peringatan Darurat Bupati Erwin Burase Usai Kabut Asap Pekat Bawa Sinyal Bahaya
Kawasan ini dinilai membutuhkan percepatan pemutakhiran data pemanfaatan ruang.
Selain pengumpulan data teknis, etika pengabdian menjadi sorotan utama pemerintah setempat.
Para mahasiswa diminta menjaga tata krama saat berinteraksi dengan pemangku adat serta warga desa.
Integritas akademis harus tetap terjaga selama proses pengumpulan data lapangan berlangsung.
"Kami berharap pelaksanaan KKN tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat," ucapnya.