☰
✕

Akses Transportasi Sulit, Dinkes Parimo Dorong Pembentukan Desa Siaga TBC Mandiri

Wabup Parimo Abdul Sahid lepas mahasiswa KKN Untad 2026 untuk mengawal pemutakhiran data pertanahan dan tata ruang di tiga kecamatan.

Parigi moutong, gemasulawesi - Keterbatasan fasilitas kesehatan di pelosok daerah kerap membuat warga menyerah sebelum berobat.

"Fasilitas pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) saat ini sudah tersedia di rumah sakit. Namun, kita masih membutuhkan mobile X-ray untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses transportasi ke fasilitas kesehatan," kata Kepala Dinkes Parimo, Darlin saat meninjau pembentukan Desa Siaga TBC di Puskesmas Pembantu Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Pemerintah lokal kini berpacu dengan waktu.

Percepatan penanganan wabah ini tidak cukup hanya mengandalkan gedung rumah sakit.

Baca Juga:
Gebrakan Mahasiswa Untad Sisir Data Lahan Bermasalah Parimo

Jangkauan pelayanan medis harus menembus benteng geografis.

Pelacakan kontak erat pasien dan peningkatan kesadaran warga menjadi kunci utama pemutus rantai penularan.

Masalah lapangan ternyata bukan cuma perkara jarak.

Stigma sosial di tengah masyarakat kerap membuat warga takut memeriksakan paru-paru mereka.

Rasa malu mendiagnosis diri sendiri justru memicu penularan tersembunyi.

"Ini penyakit tidak perlu seperti stigma dulu, malu. Tidak perlu lagi. Sekarang ini sudah menjadi biasa, selama berobat bisa sembuh," ujarnya.

Dinas kesehatan memutar otak demi memotong jalur birokrasi medis.

Strategi pengumpulan sampel dahak kini disebar hingga ke titik pelayanan level dusun.

Petugas medis akan aktif mendatangi rumah warga secara langsung.

Langkah ini dirancang agar masyarakat terbebas dari beban ongkos perjalanan ke kota.

Baca Juga:
Alasan Pemda Parimo Mendadak Turunkan Ratusan Mahasiswa ke Desa

Deteksi dini diharapkan mampu melacak riwayat kontak pasien lebih cepat.

"Ini bukan melihat skopnya jalan desa, tetapi ini program prioritas nasional," katanya.

Peran aktif pemerintah desa dan warga menjadi fondasi utama.

Inisiatif mandiri pembentukan Desa Siaga TBC kini mulai bermunculan.

Langkah lokal ini menyokong target eliminasi TBC nasional pada 2030.

Masyarakat yang mengeluhkan gejala diajak segera mendatangi titik layanan terdekat demi memutus rantai infeksi.

Bagikan: