Parigi moutong, Gemasulawesi - Pembentukan Perusahaan Umum Daerah di Parigi Moutong kini memasuki babak baru yang krusial. Pemerintah daerah setempat mulai membuka kotak pandora seleksi calon pengelola BUMD guna memastikan jajaran direksi diisi figur profesional, bukan sekadar titipan politik.
"Kami ingin Perumda ini benar-benar dikelola orang yang tepat dan punya kapabilitas," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, di Parigi, beberapa waktu lalu.
Langkah awal ini diambil untuk membenahi tata kelola bisnis daerah yang selama ini dinilai kurang produktif.
Sistem seleksi dirancang lebih terbuka agar publik bisa memantau rekam jejak para calon jajaran direksi. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan tak ada celah bagi praktik nepotisme dalam penentuan pimpinan badan usaha tersebut.
Baca Juga:
Jurang Defisit APBD Parimo Terkuak Postur Belanja Nyaris Jebol
Penyusunan regulasi pendukung juga disiapkan bersamaan dengan jadwal tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Tim pansel independen bakal menguji secara ketat setiap gagasan bisnis yang diajukan para peserta.
Langkah rekrutmen terbuka ini dipandang sebagai ujian terberat reformasi birokrasi di sektor ekonomi lokal. Beban fiskal daerah yang makin ketat menuntut Perumda baru bisa langsung menyumbang pendapatan asli daerah.
"Tahapan seleksi akan melibatkan pihak independen demi menjaga akuntabilitas," kata Zulfinasran. Proses penjaratan figur berintegritas ini menjadi prioritas utama panitia seleksi sebelum lembaga resmi beroperasi.
Ujian krusial bagi calon direksi terletak pada kemampuan menyusun strategi bisnis yang realistis di tengah kompetisi pasar. Rekam jejak tata kelola tata keuangan masa lalu menjadi cermin penting bagi perbaikan BUMD.
Masyarakat menaruh harapan tinggi agar Perumda tidak bernasib sama seperti BUMD lama yang jalan di tempat. Transparansi proses menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik sejak hari pertama rekrutmen.
Baca Juga:
Peringatan Mendagri Soal Pangan Buat Pemda Parigi Moutong Diperintahkan Awasi Bahan Pokok
Pembentukan lembaga bisnis baru ini bukan tanpa tantangan teknis maupun manajerial di lapangan. Potensi intervensi kepentingan politik kerap menjadi ancaman utama yang mengintai keberlanjutan BUMD daerah.
"Prinsip transparansi ini jadi komitmen bersama demi hasil optimal," ucap Zulfinasran. Pansel berjanji membuka seluruh saluran informasi terkait perkembangan tiap tahapan seleksi kepada masyarakat luas.
Keberhasilan seleksi ini bakal menjadi batu pijakan utama bagi penguatan fondasi ekonomi Parigi Moutong. Jika tata kelola awal digarap secara ceroboh, harapan meraih laba daerah justru bisa berujung beban APBD baru.
Proses seleksi terbuka ini diharapkan rampung sesuai batas waktu yang dipatok panitia. Ketegasan pemerintah daerah memutus rantai nepotisme bakal membuktikan kualitas reformasi birokrasi yang sesungguhnya.