☰
✕

Strategi Parimo Sulap Potensi Daerah Jadi Magnet Investasi Skala Nasional

Parimo jadi daerah pertama di Sulteng yang miliki IPRO. Sapi perah dan kelapa dalam lolos kurasi nasional untuk tampil di Jakarta.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Kabupaten Parigi Moutong mendobrak kebuntuan iklim investasi Sulawesi Tengah dengan menjadi daerah pertama yang berhasil mengantongi Investment Project to Offer.

“Alhamdulillah di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parimo menjadi yang pertama memiliki IPRO,” kata Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Parimo, Moko Ariyanto, dalam Rapat Koordinasi Teknis Peluang Investasi Daerah di Ruang Rapat Bupati Parimo, Parigi Moutong, beberapa waktu lalu.

Dua komoditas andalan, yakni sapi perah dan kelapa dalam, resmi menembus kurasi investasi tingkat nasional.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi upaya penarikan modal ke daerah.

Baca Juga:
Imbas Pemotongan Dana Pusat, Pemda Parimo Pasrah Tak Sanggup Bangun Irigasi

Langkah strategis tersebut mengacu pada peta potensi daerah buatan Bappelitbangda Parimo bersama Universitas Tadulako Palu.

Dokumen perencanaan yang terbit pada 2025 itu memetakan lima sektor unggulan wilayah.

Sektor tersebut meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, serta peternakan.

Penilaian nilai Location Quotient atau keunggulan komparatif memperlihatkan potensi besar pada berbagai komoditas.

Beras mencatatkan nilai 2,35, bawang merah 4,44, cabai 2,54, kelapa dalam 1,23, cengkeh 1,15, perikanan tangkap 2,16, cakalang 1,27, dan sapi perah 1,34.

“IPRO ini merupakan satu paket tentang satu produk yang akan ditawarkan untuk investasi ke investor,” ujar Moko Ariyanto.

Lolosnya sapi perah dan kelapa dalam melalui kurasi ketat Bank Indonesia serta Kementerian Investasi, Hilirisasi, dan BKPM membuka jalan lebar menuju panggung nasional.

Kedua produk unggulan ini dijadwalkan tampil dalam Forum Investasi Nasional di Jakarta pada 28 Oktober 2026.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kini bergerak cepat memperkuat aspek teknis lapangan.

Seluruh organisasi perangkat daerah diminta menyiapkan data presisi terkait kuantitas, lokasi, hingga peta koordinat.

Kawasan peruntukan investasi juga dipastikan sudah terintegrasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah melalui Dinas PUPRP Parimo.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran perizinan melalui sistem Online Single Submission.

Baca Juga:
Pemda Parimo Pasang Standar Tinggi untuk Calon Pimpinan Perumda

Kepastian legalitas dan keberlanjutan produk menjadi kunci utama dalam memikat investor asing maupun domestik.

“Produknya ada, keterangannya jelas, petanya, titik koordinat, dan tentunya terkait keberlanjutan produk,” tegas Moko Ariyanto.

Dinas Penanaman Modal siap memfasilitasi promosi seluruh produk unggulan daerah yang memenuhi kualifikasi hukum.

Langkah berani ini diharapkan mengubah Parigi Moutong menjadi kawasan ramah investasi yang aman, berkepastian hukum, dan berkelanjutan.

Bagikan: