☰
✕

Jangan Cuma Banggakan Harta Orang Tua Pesan Menohok Wabup Parimo Buat Generasi Muda

Wabup Parimo Abdul Sahid mengingatkan siswa tidak bergantung harta orang tua saat membuka acara Pramuka di Parigi Utara Sulawesi Tengah.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Peringatan keras keluar dari Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyentil kebiasaan anak muda yang gemar bersandar pada kekayaan orang tua.

"Jangan kita bergantung kepada harta orang tua," kata Abdul Sahid di Parigi Utara, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Abdul Sahid menuntut mentalitas independen tumbuh dari bangku sekolah. Pembentukan karakter harus berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga:
Strategi Parimo Sulap Potensi Daerah Jadi Magnet Investasi Skala Nasional

Ketimpangan masa depan menjadi alasan utama peringatan ini disampaikan. Tidak ada jaminan hidup yang pasti di masa mendatang.

Disiplin kepramukaan dipandang sebagai resep ampuh mengikis kemanjaan. Karakter, integritas, serta keteguhan diri dinilai jauh lebih berharga dibanding warisan materi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid telah menyiapkan program pendidikan gratis. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyatakan siap memfasilitasi seluruh proses pengurusan bantuan belajar ini.

"Manfaatkan kesempatan pendidikan yang ada," ujar Abdul Sahid di hadapan ratusan siswa.

Jaminan akses pendidikan gratis ini diharapkan menghapus alasan keterbatasan ekonomi bagi siswa berprestasi. Ketiadaan biaya tak lagi menjadi penghalang untuk meraih masa depan.

Baca Juga:
Imbas Pemotongan Dana Pusat, Pemda Parimo Pasrah Tak Sanggup Bangun Irigasi

Ruang pendidikan juga harus steril dari ancaman gaya hidup merusak. Pergaulan bebas serta jeratan narkoba menjadi musuh utama yang wajib dihindari.

Latihan kepemimpinan dalam wadah Pramuka melatih mental siap dipimpin dan memimpin. Kerjasama tim ditempa melalui berbagai rintangan fisik dan mental.

"Di Pramuka kita belajar bagaimana bekerja sama," tegas Abdul Sahid di akhir arahannya.

Penerimaan Tamu Ambalan bertema pembentukan generasi berkarakter ini ditutup dengan komitmen bersama. Generasi muda Parigi Moutong dituntut adaptif menghadapi kemajuan teknologi tanpa menanggalkan etika.

Bagikan: