LBH Manado Beberkan Kronologi Polisi Diduga Tembak Warga

waktu baca 3 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Hukum, gemasulawesi – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Manado, Sulawesi Utara, beberkan kronologi anggota polisi yang diduga tembak warga sipil hingga tewas berinisial RL di Bunaken.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Manado Frank Tyson Kahiking mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 23 Juli 2022 di Pandu, Bunaken sekitar pukul 22.30 WITA. Polisi yang menjadi tersangka ini berinisial WL Polres Bunaken.

“Telah terjadi satu pembunuhan acak di luar pengadilan (extra judicial killing), seorang anggota polisi Polsek Bunaken diduga menembak mati warga berinisial RL (38) di depan istri dan anak-anaknya,” ucap Frank diketerangan persnya, Selasa 16 Agustus 2022.

Menurut LBH Manado, Frank menjelaskan, kejadian bermula ketika seorang warga berinisial RL diduga sedang mabuk di jalan sekitar rumah warga setempat. Salah satu warga setempat menghubungi polisi karena merasa tidak nyaman dengan perilaku RL.

Frank menambahkan, beberapa waktu kemudian, dua petugas polisi dari Polsek Bunaken langsung masuk dan mencekik leher korban. Saat kakek korban, Weli Liwe, 84, melihat kondisi korban yang sudah tidak bisa bernapas karena dicekik parah oleh polisi, ia langsung memohon polisi untuk membebaskannya.

Setelah oknum polisi melepaskan cekikannya, kata Frank, korban segera berbicara dengan nada tinggi kepada oknum polisi yang mencekiknya, karena tidak menerima perlakuan terhadapnya.

“Karena korban yang memberontak tidak terima dengan perlakuan oknum polisi, kemudian korban kembali disiksa oleh oknum polisi tersebut dengan memukul tulang rusuk berkali-kali hingga membuat korban terjatuh. Korban diangkat oleh kakeknya dan istri korban Fane Warouw 38 tahun dan dibawa pulang,” kata Frank.

Frank melanjutkan, korban keluar rumah dengan membawa pecahan keramik. Petugas yang melihat korban datang dengan membawa pecahan keramik langsung menodongkan pistol ke arah korban dan beberapa menit kemudian korban ditembak.

Peristiwa penembakan itu, lanjut Frank, disaksikan oleh istri dan anak korban, korban laki-laki berusia 13 tahun yang berjarak sekitar 4 meter dari korban RL, serta kakek korban yang berjarak sekitar 15 meter.

Baca: Polda Sulawesi Tengah Tindak Tegas Calo Rekrut Anggota Polri

Frank menambahkan, saat keluarga tiba di RS Bhayangkara Manado, mereka melihat korban sudah meninggal. Di Rumah Sakit, keluarga mengambil video luka tembak di tubuh korban dibagian dada.

Terkait kejadian tersebut, LBH Manado didampingi pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sulawesi Utara pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Hasilnya, laporan mereka ditolak. Polisi membenarkan hal ini dengan mengatakan bahwa anggota WL yang diduga melakukan penembakan sebelumnya telah mengajukan pengaduan dan RL dilaporkan atas dugaan penyerangan. Laporan tersebut didaftarkan dengan nomor registrasi LP/A/1407/VII/2022/SPKT/Polresta Manado/PoldaSulawesiUtara, 24 Juli 2022. (*/Ikh)

Baca: Ditlantas Sulawesi Tengah Mulai Berlakukan Pelat Nomor Putih

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.