Lima Saksi Diperiksa Kasus Hilangnya 500 Ton Beras Bulog di Pinrang

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Beras Bulog (Foto Ilustrasi/Facebook Dedy Sumarno)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Lima orang saksi diperiksa Kepolisian Resor Kabupaten , Provinsi Sulawesi Selatan terkait kasus 500 ton beras yang pada gudang Bulog Bittoeng, Lampa, Kecamatan Pekkabata, di kabupaten itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Reskrim Polres , AKP Muhalis saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 23 November 2022.

“Sementara itu, kami melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada para saksi. Dan yang baru telah memberikan informasi sebanyak lima orang,” ucap AKP Muhalis.

Sejauh ini, baru lima saksi dari Bulog dan rekan-rekannya yang diperiksa penyidik untuk mendapatkan informasi kasus 500 ton beras dari gudang Bulog di yang .

Baca: Ibu di Pinrang Cekoki Racun Dua Anaknya, Lalu Gantung Diri

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan, hanya orang Bulog, termasuk mitranya, yang terlibat dalam proses pengungkapan kasus ini.

Dari informasi yang diperoleh, ternyata pencurian beras sebanyak 500 ton diduga dijual oleh orang dalam Bulog tanpa melalui prosedur formal kepada salah satu mitranya.

Dugaan penyelewengan ini telah berlangsung selama dua bulan sejak September 2022.

Baca: Petani Asal Pinrang Ditemukan Tewas di Sawah, Mulut Berbusa

Kasus ini diketahui terungkap setelah dilakukan pengecekan terhadap jumlah stok yang tersimpan di gudang tersebut setelah mencatat hanya tersisa 1.656.850 ton di dua gudang tersebut.

Faktanya, laporan manajemen awalnya mencatat bahwa stok disimpan sebanyak 2.119.900 ton.

Rinciannya, Gudang 1 memiliki 880.500 ton dan Gudang 2 memiliki 1.234.400 ton. Dengan kata lain, 462,50 kilogram atau hampir 500 ton .

Baca: BMKG Akan Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami di Pinrang

Secara terpisah, setelah dikonfirmasi, Bakhtiar, Pimpinan Kanwil Bulog Sulawesi Selatan dan Barat, menyatakan bahwa dirinya telah mencopot Kepala Gudang Bulog di Bittoeng, Lampa, Kabupaten , Muhammad Idris dan pimpinan cabang Bulog Pembantu Bulog , Raditya W Putra Sikado.

Kedua pejabat dari Bulog ini dimintai pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Bakhtiar mengatakan mereka turut membantu kepolisiam dalam mengumpulkan bukti dan data terkait pengungkapan kasus yang diduga dilakukan oleh orang dalam Bulog.

Baca: Cegah Bencana, Sulawesi Selatan Petakan 19 Kawasan Mangrove

“Sekarang masih dalam proses audit dan koordinasi dengan pihak kepolisian masih berlangsung,” ucapnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.