LPBD-KUMKM Dorong Sinergi Bersama Pemda Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Foto/Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPBD-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM berkunjung di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dorong sinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong.

Hal itu diungkapkan Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM, Oetje Koesuma Prasetia di Parigi, Kamis 11 Agustus 2022.

“Tujuan LPDB di sini untuk memberikan pemahaman bahwa mengakses LPDB ini sebenarnya tidak sulit,” ucap Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Oetje Koesuma Prasetia di Parigi, Kamis 11 Agustus 2022.

Karena semua koperasi, kata dia, harus melakukan apa yang diminta LPDB, salah satunya pelaporan keuangan.

Oetje mengatakan, kami datang ke sini atas undangan pengelola koperasi. Karena Parigi Moutong cukup besar mengingat potensinya.

Dengan begitu, pihak Anda hanya mencari apa yang lebih unggul di area tersebut. Dengan dana yang terbatas, bagaimanapun, itu harus menjadi koperasi. Menurutnya, koperasi harus menentukan agar bisa mengakses LPDB.

“Dengan LPBD-KUMKM dorong sinergi dengan baik bersama kepala dinas koperasi Pemda Parigi Moutong agar dapat mempermudah koperasi di sini untuk memenuhi persyaratan LPDB,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk bunga atau bagi hasil nantinya tetap dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengatakan, aturannya, kami tidak berbenturan dengan KUR. Tapi jenis pembiayaannya adalah koperasi di luar simpan pinjam.

Baca: Lima Ribu Bendera Merah Putih Dibagikan Pemda Parigi Moutong

Menurut LPDB, multiplier effect simpan pinjam masih belum ada. Namun, koperasi produktif tetap bisa diprioritaskan. Untuk Parigi Moutong sendiri, LPDB telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) di tiga koperasi.

“Jadi ada satu koperasi yang sudah tiga kali kami danai,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada juga beberapa koperasi yang masih memproses persyaratannya. Karena saat ini sudah ada izin penyelesaian yang terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Oetje mengatakan, saat ini masih banyak yang mengaku sebagai LPDB. Jadi dia sampaikan kepada masyarakat di Parigi Moutong bahwa di LPDB tidak dipungut biaya. Karena semuanya elektronik, jadi semuanya bisa terpantau dan free alias gratis. (*/Ikh)

Baca: Praktik Prostitusi Online Anak di Makassar Terbongkar

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.