Oknum Dosen di Kendari Ditetapkan Sebagai Tersangka Asusila

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Oknum dosen di Kendari, Sulawesi Tenggara, berinisial B di Universitas Halu Oleo (UHO) Ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan asusila terhadap salah satu mahasiswinya.

Oknum dosen di Kendari berinisial B ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara dan bukti yang dikumpulkan serta keterangan lima saksi.

“Dari hasil investigasi, interogasi, investigasi TKP, dll, semuanya dianggap cukup lengkap. Hari ini 18 Agustus 2022, Satuan Reserse Kriminal (Polres Kendari) menetapkan guru sebagai tersangka B,” ucap Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman di Kendari, Kamis 18 Agustus 2022.

Ia mengaku sebelumnya mendapat laporan dari seorang mahasiswi di salah satu fakultas Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, berinisial RN, yang menjadi korban dugaan perbuatan asusila oleh dosennya berinisial B.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan itu, kami melangkah lebih jauh, karena ini delik aduan, kami melakukan penyelidikan, pihaknya memeriksa TKP dan sebagainya.

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara mengungkapkan bahwa dosen tersebut terbukti melanggar Pasal 6 Huruf A dan/atau Huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Hukuman Pasal 6 (A) paling lama empat tahun penjara, sedangkan Pasal C pidana penjara paling lama 12 tahun,” jelasnya.

Dia mengaku, Jumat 19 Agustus 2022, penyidik akan mengirimkan surat panggilan kepada dosen sebagai tersangka agar bisa dilakukan penyidikan dan diserahkan ke kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia menambahkan bahwa jika tersangka maka hanya dilakukan sebagai tahanan kota atau diwajib laporkan.

Baca: Fakta Keterlibatan Istri Ferdy Sambo Dalam Tewasnya Brigadir J

“Kami sebagai penyidik penangkapan subyektif bersifat dalam arti kebijakan kami bahwa jika tersangka kooperatif akan diadakan wajib lapor, atau kami dapat melakukan penahanan kota, tergantung pada situasinya, tersangka tidak serta merta harus di proses penyidikan tersangka itu harus ditahan,” kata Kapolresta.

Sebelumnya, seorang mahasiswa di salah satu fakultas Universitas Halu Oleo (UHO) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya. Terduga penyerang melakukan pelecehan dengan meminta korban datang ke rumahnya untuk membawa rekap nilai.

Di rumah tersangka, korban dicabuli dan dicium dengan kasar di berbagai bagian wajah, dahi, pipi, dan mulut. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari sebagaimana tertuang dalam Laporan Pengaduan (LP) Nomor: B/789/VII/2022/Reskrim tanggal 18 Juli 2022. (*/Ikh)

Baca: Tim Appraisal Masih Menilai Lahan Huntap Korban Banjir Torue

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.