Pemkot Palu Himbau Warga Tetap Jaga Kebersihan

waktu baca 2 menit
Warga menjaga kebersihan (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, himbau warga di agar tetap jaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan menjaga kebersihan banyak manfaat terhadap kelangsungan hidup.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Reny A Lamadjido di Palu, Minggu 18 September 2022.

“Palu sebagai kawasan pembangunan perlu didukung oleh berbagai aspek, termasuk kebersihan, karena kebersihan memiliki nilai positif,” ucap Reny A Lamadjido.

Ia menjelaskan, Pemkot Palu terus mengedukasi dan himbau warga untuk jaga kebersihan dan hidup sehat dengan melibatkan berbagai pihak sebagai penggerak di daerah ini dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan.

Oleh karena itu, Kota Palu bertekad untuk memenangkan Penghargaan Adipura atas penilaian kebersihan lingkungan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2023 sebagai alat untuk menjaga konsitensi tehadap lingkungan.

“Adipura hanyalah bagian dari instrumen untuk meningkatkan semangat kerja dan mengubah perilaku yang sebelumnya acuh pada kebersihan untuk menjaga lingkungan. Kita ingin kota ini bersih, nyaman, asri dan aman untuk dikunjungi orang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari kerja sama yang telah terjalin dengan warga, Kota Palu telah dimasukkan oleh kementerian terkait sebagai salah satu nominasi untuk memantau Adipura 2022 dan saat ini proses pemantauan sedang dievaluasi oleh tim pemantau KLHK.

Reny mengatakan, selama masa pemantauan, kami semakin terlibat dalam mengedukasi warga melalui kunjungan kerja ke setiap Kelurahan dan pertemuan-pertemuan.

Ia mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk armada impact transport, yang telah dikirimkan ke 46 kelurahan.

Kemudian tempatkan kontainer di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di masing-masing wilayah dan atur jadwal pengangkutan oleh petugas kebersihan, termasuk pedoman peraturan Perwali Nomor 40 Tahun 2021 tentang Pembatasan Penggunaan kemasan plastik dan styrofoam untuk mengurangi risiko polusi.

Baca: Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra Tutup Usia

Ia juga mengatakan, menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pengelolaan dan pengurangan sampah di ibu kota Sulteng itu inputnya di atas 50 persen per 31 Juli 2022.

Ia menambahkan, pada 2020, persentase sampah yang dikelola di Palu sekitar 89,27 persen. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3,54 persen menjadi 92,81 persen pada tahun 2021.

“Gambaran ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat, dan kami berharap warga tetap menjaga budaya hidup bersih dan sehat,” pungkas Reny A Lamadjido. (*/Ikh)

Baca: Tak Kunjung Naik Haji, Wanita Paruh Baya di Soppeng Bunuh Diri

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.