Tidak Miliki Tenaga Pengajar, SD Desa Aedan Raya Terancam Tutup

waktu baca 2 menit
Illustrasi SD TUTUP

Parimo, gemasulawesi.com Tidak miliki tenaga pengajar, Sekolah Dasar (SD) Desa Aedan Raya Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi moutong (Parimo) terancam tutup.

Diketahui, proses belajar mengajar SD Desa Aedan raya sempat berjalan lancar hingga tingkat kelas tiga.

“Proses belajar mengajar tidak bertahan lama, satu persatu gurunya berhenti,” ungkap Anleg DPRD Parimo, Arifin Dg Palalo pada rapat Pansus LKPJ Bupati pekan lalu.

Ia menekankan kepada pihak Disdikbud Parimo untuk memperhatikan SD di Desa Aedan Raya Kecamatan Moutong yang tidak miliki tenaga pengajar.

Disdikbud mesti melihat dampak kekosongan guru dapat berujung pada berhentinya proses belajar mengajar.

“Kami sudah lapor ke Disdikbud, terkait salah satu sekolah yang berada di pesisir pantai Aedan Raya, kurang lebih empat kilometer dari jalan raya sudah tidak beroperasi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini Disdikbud Parimo belum memberikan tanggapan apapun terkait keluhan warga melalui DPRD.

Selain faktor jarak cukup jauh kata dia, juga kondisi ekonomi warga disekitar fasilitas sekolah itu cukup memprihatinkan. Sehingga patut diberi perhatian khusus.

Sehingga, sedikitnya ada sekitar 25 orang siswa yang tidak mendapatkan sentuhan pendidikan.

“Bangunan sekolah ada, kok gurunya tidak ada. Ini harus diperhatikan, jangan biarkan anak anak kita tidak mendapatkan sentuhan pendidikan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu Kepala Bidang GTK Disdikbud Parimo, Sunarti menerangkan, berhentinya para guru di sekolah itu mungkin diakibatkan sekolahnya belum terdaftar.

Sehingga, sebahagian guru berpendapat apabila bertahan di sekolah itu akan mempengaruhi masa depan mereka.

“Bukan berarti kami tidak memperhatikannya. Namun kami akan menindak lanjuti kembali kepada atasan apa yang menjadi masalah di sekolah itu,” tutupnya.

Laporan: Tim gemasulawesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.