Tragis Dua Puluh Dua Orang Tewas Akibat Pembantaian di Myanmar

waktu baca 2 menit
Keterangan Foto : Militer Myanmar yang diduga melakukan pembantaian di Myanmar, (Foto/Twitter/KNDF)

Internasional, gemasulawesi – Sebanyak 22 orang dan juga tiga biksu Buddha telah ditemukan tewas akibat di tengah.

Zaw Min Tun juru bicara junta militer mengatakan Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni atau KNDF telah menemukan mayat tergeletak berserakan di sebuah biara Buddha di Desa Nan Neint.

“Kami menemukan mayat berserakan dengan luka peluru di tubuh dan kepala mayat dan lubang peluru di dinding biara,” kata Zaw Min Tun.

Baca : Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Zaw Min Tun menjelaskan jika insiden yang terjadi diduga adalah bentuk penentangan militer terhadap pemerintahan.

Menurutnya militer yang ingin menggulingkan pemerintahan telah melakukan pemberontakan dengan cara membunuh.

“Tindakan yang dilakukan adalah memberontak dengan cara membantai warga sipil yang dilakukan oleh militer,” jelasnya.

Baca : Serangan Udara Junta Militer Myanmar, Tewaskan Artis Top Kachin

Zaw Min Tun menuturkan bahwa KNDF dan kelompok pemberontak lainnya telah memasuki Desa Nan Neint dan mengakibatkan pertempuran.

Ia juga menjelaskan akibat pertempuran kelompok pemberontak dan KNDF beberapa warga tewas.

“Ketika terjadi pertempuran antara pasukan keamanan dan pemberontak mengakibatkan beberapa warga desa tewas dan terluka,” tuturnya.

Baca : Liverpool Sukses Membantai 7-0 Manchester United di Anfield

Seorang staff ahli pemerintahan Dr. Ye Zaw mengungkapkan dalam insiden itu senjata otomatis kemungkinan digunakan dari jarak dekat untuk membunuh 22 orang termasuk tiga biksu.

Dr. Ye Zaw juga mengungkapkan dalam insiden tersebut tidak ada penemuan yang menunjukkan bahwa insiden tersebut dilakukan oleh militer.

“Sebab tidak ada seragam militer, peralatan, dan amunisi yang ditemukan ditubuh mayat, jelas bahwa pelakunya adalah warga sipil,” ungkap Dr. Yew Zaw.

Baca : Desta Bantai Ariel di Final Pingpong Vindes

Ia juga menambahkan jika tragedi yang terjadi adalah hal yang sangat kejam dan bukan merupakan pembunuhan biasa.

Menurutnya penemuan mayat dengan kondisi tidak wajar dengan berbagai luka adalah bentuk yang telah direncanakan.

“Karena semua mayat ditemukan dalam satu tempat yaitu kompleks biara Nan Nein jelas bahwa ini adalah ,” tambahnya.

Baca : Eks Napi Pembunuhan WNA Myanmar Dideportasi dari Makassar

menjadi negara di Asia Tenggara dengan konflik militer paling mematikan dan berkepanjangan.

Krisis terjadi di sejak militer merebut kekuasaan pada Februari 2021 berimbas pada munculnya gerakan perlawanan bersenjata secara nasional. (*/Siti)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.