Tunjangan Gempa Ribuan Guru di Parimo Terancam Tidak Terealisasi, Ada Apa?

waktu baca 2 menit
Sunarti, Kabid GTK Disdikbud Parimo (Foto: gemasulawesi)

Parigi, gemasulawesi.com () tahap dua Padigimo 2018 bagi 1600 guru di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terancam tidak terealisasi.

Pasalnya, anggaran seharusnya dikucurkan untuk seluruh daerah terdampak bencana yaitu, Palu, Sigi, Donggala, dan Parimo secara bersamaan. Namun, menurut informasi Kabupaten Donggala menolaknya.

“Imbasnya, seluruh guru termasuk di Parimo berpotensi tidak dapat menerima ,” pengakuan Kepala bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Disdikbud Parimo, Sunarti, via telepon seluler, Rabu, 21 Agustus 2019.

Padahal, baru 400 guru yang menerima dari sekitar 2000 guru calon penerima manfaat keseluruhan.

“Berdasarkan pengusulan, sekitar 2000 guru yang layak menerima . Pihak Kementrian kemudian mengaku berupaya merealisasikan sisanya di tahap dua. Dengan catatan, guru telah masuk Dapodik sebelum bencana terjadi,” terangnya.

Ia mengklaim, ratusan guru penerima manfaat tahap satu, merupakan hasil verifikasi langsung Kemendikbud, dengan mengakses Data pokok pendidikan (Dapodik) tahun 2017.

Dari 400 guru kata dia, masing-masing mendapatkan senilai Rp 1.500.000 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Rp. 2.000.000 bagi Non PNS.

“Jadi, pencairan beberapa waktu lalu sebenarnya baru tahap satu. Pun Kemendikbud mengucurkannya per tiga bulan,” jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun gemasulawesi.com, pencairan tahap satu terdapat pungutan senilai 300 Ribu Rupiah per guru.

Di tanya hal itu, Sunarti mengaku mengetahuinya. Namun, dia menegaskan kegiatan tersebut atas inisiatif penerima manfaat.

“Potongan itu bukan inisiatif kami, mereka mungkin merasa iba dengan teman lainnya yang belum mendapatkan tunjangan, sehingga berinisitif untuk mengumpulkan,” tutupnya.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat