☰
✕

Sentil Pembinaan Pemuda, Pemda Parimo Tegaskan Fungsi Utama Seni Qasidah

Pemda Parigi Moutong dorong seni qasidah jadi sarana dakwah dan pembentukan karakter generasi muda secara berkelanjutan.

Parigi moutong, gemasulawesi - Seni qasidah tidak boleh berhenti pada panggung kompetisi. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmen menjadikan alunan syair Islami penangkal pudar-nya moral generasi muda.

"Seni qasidah memiliki peran lebih luas daripada sekadar mempertunjukkan kemampuan bermusik," ungkap Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Parimo H. Marzuk Hululo di Taman Budaya Hasan Basuan, Kelurahan Masigi, beberapa waktu lalu.

Lantunan nada religius membawa misi besar. Kedalaman pesan moral di dalamnya mampu memperkuat keimanan warga.

Baca Juga:
Gugatan JPTP Parimo Memanas, Pansel Minta Rektor Untad Diperiksa di PTUN Palu

Pemerintah daerah menaruh harapan tinggi. Festival tahunan ini mesti menjadi pijakan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

Anak muda dipicu untuk terus berkreasi. Kreativitas musik Islami menjadi sarana efektif menyampaikan pesan kebaikan.

"Dengan begitu, seni Islami dapat tetap hidup sekaligus menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat," tuturnya.

Ajang ini memupuk nilai kebersamaan. Sportivitas dan kedisiplinan peserta terbentuk sepanjang perlombaan berlangsung.

Apresiasi tinggi mengalir bagi segenap panitia. Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia bersama dewan juri dinilai sukses mengawal acara.

Baca Juga:
Tembus 44 Desa, Mahasiswa KKN UIN Datokarama Dapat Instruksi Khusus Bupati Parimo

Kemenangan bukanlah tujuan tunggal kompetisi. Sikap saling menghargai antarkontestan menjadi capaian terpenting.

"Selamat kepada peserta yang meraih juara," kata Marzuk.

Peserta yang belum beruntung diminta tidak berkecil hati. Proses belajar dan latihan konsisten menjadi kunci keberhasilan mendatang.

Penutupan acara menandai awal langkah baru. Pemda Parimo bertekad melestarikan kebudayaan Islami secara konsisten.

Bagikan: