Waspada 70 Kasus Kematian Bayi di Parigi Moutong dan Cara Mencegah Komplikasi Kehamilan

Deteksi dini komplikasi kehamilan menjadi kunci utama menekan angka kematian bayi baru lahir yang masih menyentuh 70 kasus di Parigi Moutong.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Angka kematian bayi di Kabupaten Parigi Moutong yang menembus lebih dari 70 kasus memicu alarm bahaya bagi keselamatan persalinan. Tingginya angka fatalitas ini mendorong pemerintah daerah memperketat deteksi dini komplikasi kehamilan guna menyelamatkan nyawa bayi baru lahir.

Kondisi kritis memerlukan evaluasi mendalam pada sistem penanganan medis. "Persoalan kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak," ujar Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, beberapa waktu lalu.

Asfiksia dan berat badan lahir rendah menjadi penyebab utama kematian bayi baru lahir. Gangguan pernapasan akut saat lahir dapat dicegah jika ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan berkala secara disiplin di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:
Parigi Moutong Terapkan Cek Kehamilan ANC K6 Demi Cegah Kematian Bayi, Cek Standar Barunya

Pencegahan komplikasi fatal harus dimulai sejak trimester pertama kehamilan. Ibu hamil wajib memantau asupan nutrisi dan kecukupan zat besi guna mencegah pertumbuhan janin terhambat yang memicu kelahiran prematur.

Infeksi neonatal juga mengancam keselamatan bayi pada hari pertama kelahiran. Persalinan steril oleh tenaga kesehatan di fasyankes menjadi syarat mutlak untuk menghindari paparan kuman berbahaya bagi bayi.

Gejala awal kegawatdaruratan pada janin harus segera mendapat respons medis cepat. Gerakan janin yang melemah atau ketuban pecah dini merupakan tanda bahaya utama yang membutuhkan penanganan rujukan segera ke rumah sakit.

Baca Juga:
Atasi Krisis Dokter, Bupati Erwin Burase Amankan Kuota Kuliah Kedokteran di UNG

Pemerintah daerah mengoptimalkan program home care untuk menjangkau kelompok rentan di pelosok. Kader posyandu memantau kondisi ibu hamil risiko tinggi secara aktif guna mengantisipasi keterlambatan penanganan medis di tingkat desa.

Sinergi komunitas menjadi benteng utama dalam menurunkan risiko fatalitas bagi bayi. "Jangan sampai ada ibu hamil yang luput dari pemantauan," kata Zulfinasran saat menutup pengarahannya di Aula Hotel Anutapura.

Bagikan: