Parigi moutong, Gemasulawesi - Ambulans kehabisan bensin saat membawa pasien kritis memicu amarah parlemen Parigi Moutong. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Arifin Daeng Palalo mengutuk bobroknya pelayanan kesehatan yang sampai merenggut nyawa warga.
"Ketika kami menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat, seharusnya Bupati hadir dan mendengarkan secara langsung," kata Arifin selepas rapat paripurna di gedung dewan, Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga:
Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga
Fasilitas medis Rumah Sakit Motong telantar tanpa ada perbaikan mutu layanan. Pasien darurat selalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Anuntaloko yang jaraknya sangat jauh.
Nasib malang menimpa seorang warga yang meninggal dunia di tengah jalan. Mobil pengantar jenazah mogok di daerah Pasir Putih karena kehabisan bahan bakar minyak.
Pungutan pajak daerah ikut mencekik leher para pedagang kecil yang baru merintis usaha. Petugas penagih dinilai sangat agresif memburu setoran tanpa pernah memberikan sosialisasi aturan.
"Peristiwa seperti ini tidak boleh terulang lagi karena pelayanan dasar harus menjadi perhatian utama," ujar legislator asal Daerah Pemilihan IV tersebut.
Baca Juga:
Parigi Moutong Siapkan Layanan Darurat 112 untuk Percepat Penanganan Bencana
Tambang emas skala besar dituding minim menyumbang duit bagi pendapatan daerah. Aktivitas pengerukan lingkungan justru dituduh merusak ekosistem dan menghancurkan fasilitas publik di sekitarnya.
Akses jalan raya di wilayah Motong saat ini dalam kondisi rusak parah. Kuburan warga bahkan kerap kebanjiran luapan air sungai hingga menyulitkan proses pemakaman jenazah.