Erwin Burase Mutasi 139 Pejabat, Geram Isu Jual Beli Jabatan di Parigi Moutong

Pemda Parigi Moutong integrasikan Satlinmas ke RPJMD. Kini Linmas jadi garda terdepan mitigasi bencana dan stabilitas demokrasi di desa.

Parigi Moutong, Gemasulawesi - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, tak mampu menyembunyikan kegeramannya di tengah prosesi pelantikan pejabat.

Kabar miring soal praktik lancung jual beli jabatan membayangi seremoni di Auditorium Kantor Bupati itu.

Sabtu, 2 Mei 2026, Erwin resmi mengukuhkan 139 pejabat baru. Formasi ini terdiri atas 101 kepala sekolah, 26 pejabat fungsional, dan 12 orang diposisi eselon III.

Baca Juga:
Bupati Parigi Moutong Beri Penghargaan Pejuang Pendidikan dan Rilis Sistem Murid Baru

Namun, suasana khidmat mendadak berubah saat bupati angkat bicara soal integritas.

Isu adanya oknum yang menjajakan kedekatan khusus dengan dirinya dan wakil bupati kini santer terdengar.

"Saya sudah berkali-kali menegaskan, tidak boleh ada hal-hal seprti itu terjadi," ujar Erwin dengan nada lugas.

Ia menyebut praktik tersebut telah mencoreng nama baik pemerintah daerah.

Para makelar ini diduga menjanjikan kursi jabatan dengan imbalan tertentu kepada para ASN. Erwin memastikan klaim tersebut seratus persen adalah bualaan belaka.

Proses mutasi kali ini diklaim tetap bersandar pada mekanisme aturan yang objektif.

Tak ada ruang bagi intervensi pihak luar, apalagi sekadar modal kedekatan personal.

Baca Juga:
Ritual Syukur di Desa Tovalo, Cara Bupati Erwin Jaga Daulat Pangan

Bupati kini tengah melakukan penelusuran mendalam untuk memburu siapa dibalik isu tersebut.

Investigasi menyasar kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam di lingkungan birokrasi.

Jika terbukti ada ASN yang bermain api, sanksi berat dipastikan bakal menanti.

 "Masih ada pihak tertentu yang mencoba menjual kedekatan untuk mencari keuntungan," pungkasnya.

Bagikan: