Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Ket Foto: Lokasi galian C Ilegal diduga milik Dewo Satria
Ket Foto: Lokasi galian C Ilegal diduga milik Dewo Satria Source: (Foto/Dok Pribadi)

Parigi moutong, gemasulawesi – Aktivitas tambang galian C yang diduga kuat milik seorang pengusaha bernama Dewo Satria di wilayah Sausu Taliabo kian meresahkan warga.

Bukan hanya perkara izin operasional yang dipertanyakan, aktivitas keruk bumi ini disinyalir berjalan mulus berkat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar secara ilegal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sausu.

Selama ini, praktik lancung ini disebut-sebut berlangsung bebas tanpa tersentuh hukum.

Investigasi lapangan dan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber lokal mengungkap modus operandi penyelewengan ini.

Jatah bahan bakar untuk petani dan nelayan diduga kuat sengaja dialihkan secara masif untuk memberi makan alat-alat berat di lokasi tambang.

Baca Juga:
Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

Praktik ini terbilang berani. Dewo Satria disinyalir tidak menggunakan jasa pengepul atau perantara pihak ketiga untuk mengangkut solar subsidi tersebut.

Langkah ini diduga diambil untuk memotong komisi sekaligus menjaga kerahasiaan transaksi hitam ini agar tidak bocor ke publik.

"Khusus untuk BBM milik Dewo Satria tidak melalui pengepul, tapi langsung mengambil sendiri. Orangnya yang sering datang menjemput," ungkap seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Baca Juga:
Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Warga menyaksikan armada khusus datang langsung ke SPBU Sausu untuk mengangkut solar dalam jumlah luar biasa.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media lokal selama satu minggu pemantauan, pihak Dewo Satria disinyalir mampu menguras solar subsidi 30 hingga 70 jerigen berukuran besar dalam sekali angkut.

Volume yang fantastis ini jelas merampas hak masyarakat sekitar yang lebih membutuhkan.

Baca Juga:
Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Di satu sisi, aktivitas galian C yang diduga tanpa amdal komprehensif mengancam kelestarian lingkungan dan memicu potensi bencana ekologis.

Di sisi lain, masyarakat kecil harus berhadapan dengan antrean panjang atau kelangkaan solar di SPBU akibat kuotanya disedot oleh industri tambang.

Sesuai regulasi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, tangki kendaraan sektor pertambangan secara tegas dilarang menggunakan BBM bersubsidi.

Tindakan memanfaatkan solar subsidi untuk bisnis komersial berskala besar merupakan tindak pidana murni yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga:
Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Hingga berita ini diturunkan, aroma konspirasi semakin menyengat seiring sikap bungkam yang ditunjukkan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Manajemen SPBU Sausu yang seharusnya menjadi garda depan pengawasan distribusi BBM subsidi justru enggan memberikan penjelasan terkait pembiaran pengisian puluhan jerigen tersebut.

Setali tiga uang, Dewo Satria selaku pemilik tambang juga tidak memberikan tanggapan ataupun klarifikasi resmi saat berusaha dikonfirmasi.

Sikap bungkam ini memicu spekulasi adanya pembiaran atau bahkan "main mata" antara pihak pengusaha, pengelola SPBU, dan oknum aparat penegak hukum setempat.

Baca Juga:
Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah didesak untuk segera turun tangan menyegel SPBU Sausu dan menghentikan total aktivitas tambang galian C tersebut sebelum kerugian negara dan kerusakan lingkungan semakin parah.

Sementara itu Satreskrim Polres Parigi moutong yang dikonfirmasi mengatakan, akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

"Terima kasih atas informasinya. Kami baru menerima laporan tersebut dan segera menindaklanjutinya bersama jajaran," ujar Kasatreskrim Parigi moutong, Iptu Anugerah Tarigan. 
 
Ia menegaskan bahwa segala tindakan melawan hukum terkait penyelewengan BBM kini masuk dalam proses penyelidikan. 
 
"Kami akan mempercepat penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ada kendala di lapangan, kami berkomitmen untuk menyelesaikan dan mengatasinya dengan baik," pungkasnya. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;