Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Ket Foto: Aktifitas Tambang Ilegal di Sausu Torono Mentawa, Di duga milik oknum polisi Edi jaya saat masih beraktifitas Senin 18 Mei 2026
Ket Foto: Aktifitas Tambang Ilegal di Sausu Torono Mentawa, Di duga milik oknum polisi Edi jaya saat masih beraktifitas Senin 18 Mei 2026 Source: Foto/Warga To Gemasulawesi

Parigi moutong, gemasulawesi - Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Mentawa, Desa Sausu Torono, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kian memicu sorotan tajam publik.

Di tengah desakan warga terhadap kerusakan lingkungan, isu miring justru menerpa internal penegak hukum setempat. Wakapolsek Sausu, Ipda Nur Kamiden, diterpa dugaan keterlibatan dalam membentengi aktivitas tambang ilegal yang disinyalir dikendalikan oleh oknum bernama Edi Jaya.

Bukan sekadar pembiaran, isu yang berkembang di masyarakat mengarah pada dugaan pungutan liar (pungli) sistematis.

Oknum aparat diduga menerima setoran rutin dari para pelaku tambang agar operasional alat berat di lokasi PETI tetap berjalan aman tanpa gangguan.

Baca Juga:
Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Aktivitas tambang liar di Sausu Torono sebenarnya sempat menjadi target operasi penertiban oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sulteng dan Polres Parigi Moutong.

Beberapa fasilitas penunjang di lokasi bahkan telah dimusnahkan. Namun, alih-alih berhenti total, gurita bisnis ilegal ini dikabarkan terus melebar. Berdasarkan investigasi media lokal, jaringan operasional Edi Jaya bahkan diduga kuat telah meluas hingga ke Desa Maleali.

Kelancaran aktivitas pengerukan emas ilegal yang menggunakan ekskavator di lahan perkebunan warga memicu kecurigaan besar.

Sulit bagi publik untuk memercayai operasional masif tersebut luput dari pantauan Polsek setempat. Narasi yang berkembang di lapangan justru memperlihatkan adanya dugaan jaringan proteksi terstruktur, di mana nama Nur Kamiden ikut terseret sebagai figur yang dituding membekingi kelancaran bisnis hitam tersebut.

Baca Juga:
Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Salah seorang warga Desa Sausu Torono yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahan di tingkat tapak.

"Kami heran, ekskavator meraung-raung setiap hari merusak lahan perkebunan, tapi tidak ada tindakan sama sekali dari polsek setempat. Kami curiga ada main mata di belakang meja, karena tidak mungkin operasi sebesar ini bisa luput dari mata hukum kalau tidak ada yang melindungi," ungkapnya kesal.

Pembiaran terhadap aktivitas Edi Jaya dan penambang ilegal lainnya membawa dampak fatal bagi ruang hidup masyarakat. Warga Sausu Torono telah berulang kali mengeluhkan pencemaran sumber air akibat lumpur galian tambang yang berpotensi merusak sektor pertanian mereka.

Jika hukum tumpul karena disuap oleh setoran pungli, masa depan lingkungan dan keselamatan penduduk berada dalam ancaman besar.

Baca Juga:
Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Seorang petani paruh baya dari hilir sungai Sausu ikut membeberkan dampak nyata yang kini ia rasakan akibat pencemaran tersebut.

"Air sungai sekarang keruh berlumpur setiap hari, padi kami terancam gagal panen karena tidak dapat aliran air bersih. Kalau aparat yang digaji dari uang rakyat malah menjaga perusak lingkungan, lalu kepada siapa lagi kami harus mengadu?" keluhnya dengan nada getir.

Keterlibatan oknum polisi dalam bisnis PETI jelas mencoreng komitmen bersih-bersih institusi yang kerap digaungkan Korps Bhayangkara. Ketika aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru diduga menjadi tameng pelindung bagi perusak lingkungan, kepercayaan masyarakat berada di titik nadir. Dugaan aliran dana dan pungli ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja menjadi sekadar rumor jalanan.

Pihak internal Kepolisian, khususnya Bidang Propam Polda Sulteng, dituntut segera mengambil langkah progresif.

Investigasi menyeluruh terhadap Ipda Nur Kamiden dan jajaran Polsek Sausu harus dilakukan guna membuktikan kebenaran tuduhan tersebut. Klarifikasi yang transparan dan akuntabel sangat mendesak demi memulihkan integritas penegakan hukum di wilayah Parigi Moutong.

Hingga berita ini diturunkan, Wakapolsek Sausu, Ipda Nur Kamiden tidak memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dikirimkan via WhatsApp hingga berita ini diterbitkan. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;