Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong merombak total anggaran kesehatan mereka. Kini, uang daerah akan difokuskan pada hasil nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan bahwa efisiensi ini sangat penting.

"Kami memperbaiki perencanaan anggaran agar uang daerah benar-benar fokus untuk memperkuat fasilitas medis," kata Erwin saat sidang paripurna DPRD, Rabu 8 Juli 2026.

Langkah nyata pun langsung diambil. Dinas Kesehatan bergerak cepat menangani penularan kasus malaria di Kecamatan Moutong dengan menyiapkan rencana pencegahan dan tim respons cepat.

Baca Juga:
DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Selain malaria, pemerintah daerah juga serius menekan angka kematian ibu dan anak. Tim audit khusus diterjunkan untuk memeriksa layanan kesehatan secara berkala agar kualitasnya sesuai dengan standar nasional.

Masalah stunting (tengkes) juga digenjot hingga tingkat desa, terutama dengan memantau gizi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan mereka.

Tidak hanya kesehatan, sektor pendidikan juga ikut dibenahi. Pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan strategis untuk memastikan anak-anak di wilayah terpencil tidak ada lagi yang putus sekolah.

Baca Juga:
Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Kabar baiknya, kondisi keuangan daerah sedang sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong mencatatkan kinerja memuaskan karena berhasil menembus target hingga 106 persen.

Sisa anggaran yang ada kini dialihkan untuk membangun fasilitas fisik. "Kami mempercepat pembangunan infrastruktur agar perekonomian warga bergerak lebih cepat dan pelayanan publik menjadi lebih baik," ujar Erwin.

Bagikan: