Parigi moutong, Gemasulawesi - Pemerintah daerah Parigi Moutong menyisakan dana anggaran sebesar 41 miliar rupiah saat infrastruktur jalan di daerahnya rusak parah.
Ironi pengelolaan keuangan daerah ini mengemuka dalam rapat pertanggungjawaban APBD di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
"Dana sisa rugikan rakyat karena gagal dikonversi menjadi jalan," ungkap pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna.
Baca Juga:
DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi
Kritik tajam legislator merujuk pada realisasi belanja modal pemerintah daerah yang hanya menyentuh angka 85 persen.
Mobilitas ekonomi terganggu. Kerusakan parah infrastruktur pada jalur Lambunu hingga Palapi membuat warga harus melintasi jalan berlubang yang bergoyang layaknya wahana permainan.
Sisa anggaran didominasi dana transfer pusat. Bupati Parigi Moutong menjelaskan dana titipan memiliki peruntukan khusus sehingga pemerintah daerah tidak bisa sembarangan menggunakannya untuk perbaikan jalan.
Tambahan dana cair akhir tahun. Anggaran dialokasikan untuk pembayaran tunjangan hari raya guru yang waktu penyalurannya terlambat dari pemerintah pusat.
"Karakteristik dana transfer membatasi ruang gerak eksekusi anggaran," kata Bupati Parigi Moutong saat menjawab pandangan fraksi. Kendala administratif memicu pembengkakan sisa anggaran daerah.
Baca Juga:
Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur
Pemerintah daerah berjanji melakukan evaluasi. Proses lelang proyek fisik akan dipercepat pada awal tahun anggaran berikutnya agar penyerapan modal lebih optimal.
Infrastruktur dasar menjadi fokus utama. Komitmen percepatan pembangunan terus diupayakan demi mendongkrak kembali roda perekonomian masyarakat kabupaten setempat.