Parigi moutong, Gemasulawesi - Warga kerap gigit jari saat biaya perawatan medis ditolak BPJS Kesehatan.
"Insyaallah akan terus kita tingkatkan. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Torue, Parigi Moutong, beberapa waktu lalu.
Langkah nyata diambil Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk menambal celah pembiayaan tersebut.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun tidak masuk skema skema BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
Bukan Cuma Kurang Gizi, Parigi Moutong Bongkar Bahaya HP dan Nikah Dini Pemicu Stunting
Skema bantuan awal senilai Rp300 juta disiapkan melalui perubahan anggaran tahun lalu.
Memasuki tahun berjalan, nilai alokasi bantuan sosial pembiayaan kesehatan tersebut dinaikkan menjadi Rp700 juta.
Fasilitas Kesehatan Baru Ditunjang Capaian Pemeriksaan Gratis
Kebijakan ini ditegaskan Erwin saat meresmikan Puskesmas Torue dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.
Sejumlah kondisi pelayanan medis memang belum terjangkau sistem jaminan kesehatan nasional.
"Kita ingin memastikan seluruh masyarakat kita terpenuhi layanan kesehatannya," kata Erwin.
Pemerintah daerah berupaya keras menyediakan anggaran khusus agar beban biaya tidak langsung menimpa kantong warga.
Komitmen ini diimbangi peningkatkan kualitas fasilitas kesehatan dasar hingga laboratorium daerah.
Di samping pembiayaan medis, capaian program Cek Kesehatan Gratis di Parigi Moutong juga menunjukkan angka menggembirakan.
Lampaui Capaian Provinsi Sulawesi Tengah
Sekitar 62 persen warga Parigi Moutong tercatat sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh.
Angka cakupan ini melampaui rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang baru menyentuh kisaran 42 persen.
Baca Juga:
Kejari Ikut Jaga Dapur Makan Gratis Anak Sekolah, Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong Buka Suara
Pencapaian ini melesat pesat dari posisi beberapa bulan sebelumnya yang sempat tertahan pada peringkat keempat.
Erwin memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kesehatan, puskesmas, serta para tenaga kesehatan di lapangan.
Meski demikian, seluruh jajaran kesehatan diminta tidak terlena dengan peringkat tinggi ini.
"Kita jangan terlena dengan peringkat ini. Ini yang harus kita lebih tingkatkan," kata Erwin.
Program deteksi dini kesehatan warga bakal terus diperluas hingga pelosok desa melalui skema program Gerbang Desa.