Parigi moutong, Gemasulawesi - Rentetan musibah kebakaran kembali menghantui kawasan utara Parigi Moutong dalam kurun dua pekan terakhir. Keterbatasan armada dan pos pemadam kebakaran menjadikan proses penanganan musibah kerap terlambat.
"Ketersediaan unit damkar di wilayah utara sangat terbatas sehingga respons pemadaman butuh waktu lebih lama," kata Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Parimo, Ismet, di Parigi, beberapa waktu lalu. Kondisi geografis yang memanjang kian mempersulit jangkauan petugas.
Lima peristiwa kebakaran berturut-turut menjadi alarm keras bagi sistem keselamatan publik daerah. Warga terpaksa menggunakan peralatan seadanya saat memadamkan kobaran api sebelum petugas tiba.
Baca Juga:
Cegah Bencana Luas di Parimo, Aksi Sigap Yonif TP 918 Padamkan Titik Api Pesisir
Evaluasi menyeluruh kini dilakukan untuk memetakan penempatan pos pemadam kebakaran baru yang lebih strategis. Penambahan unit armada pos bencana menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
Ketiadaan Pos Damkar terdekat memaksa petugas menempuh jarak puluh kilometer menuju lokasi kejadian. Waktu tempuh yang lama membuat bangunan habis dilalap api sebelum pertolongan tiba.
"Kami sedang mengajukan usulan penambahan armada pos pemadam untuk wilayah utara," ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas waktu tanggap darurat saat musibah terjadi.
Petugas pemadam di lapangan sering kali menghadapi kendala minimnya pasokan air di sekitar titik kejadian. Dukungan tangki suplai air dari dinas terkait sangat dibutuhkan saat krisis.
Pelatihan pencegahan kebakaran mandiri bagi warga desa mulai digalakkan sebagai solusi jangka pendek. Pembentukan relawan pemadam desa menjadi tumpuan awal sebelum bantuan armada penolong tiba.
Baca Juga:
Satreskrim Polres Parimo Sisir SPBU Ampibabo, Incar Penyalahgunaan Barcode BBM
Pemerintah daerah dituntut memberikan perhatian proporsional bagi keselamatan warga di kawasan terluar. Ketimpangan fasilitas pemadam antara wilayah pusat dan utara perlu segera dipangkas.
"Skema pembentukan Pos Pemadam terpadu sedang kami matangkan bersama tim anggaran," ucapnya.
Kehadiran pos baru diproyeksikan mampu mengover beberapa kecamatan rawan sekaligus.
Dukungan anggaran dari APBD menjadi kunci utama realisasi pengadaan unit armada damkar baru. Keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Langkah pembenahan infrastruktur pemadam ini menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam merespons aspirasi warga. Penataan sistem tanggap darurat yang andal bakal menghapus kecemasan warga wilayah utara.