Parigi moutong, Gemasulawesi - Ancaman kebakaran hutan dan lahan yang meluas di wilayah pesisir Parigi Moutong akhirnya berhasil dijinakkan. Kesigapan personel batalyon infanteri bersama warga menjadi benteng utama dalam memadamkan kobaran api.
"Sinergi cepat TNI dan masyarakat di lapangan sangat membantu memadamkan titik api sebelum menjangkau pemukiman," ujar Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, di Parigi, beberapa waktu lalu. Penanganan sigap ini mencegah kerugian material yang lebih besar bagi warga sekitar.
Tim gabungan bergerak cepat menyisir area rawan kebakaran begitu laporan kepulan asap mulai terlihat. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi memicu munculnya titik panas baru.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan memprioritaskan pemblokiran jalur lidah api. Peralatan pendukung dikerahkan ke lokasi sulit guna memastikan sisa bara benar-benar padam total.
Baca Juga:
Satreskrim Polres Parimo Sisir SPBU Ampibabo, Incar Penyalahgunaan Barcode BBM
Pemerintah daerah mengapresiasi dedikasi prajurit Yonif TP 918 yang tak kenal lelah bertaruh keselamatan. Respons cepat satuan tempur ini membuktikan keandalan sistem tanggap darurat daerah.
"Kami menyiagakan personel penuh untuk mengantisipasi potensi Karhutla susulan," kata Erwin. Kesadaran kolektif masyarakat juga terus dipupuk agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Kewaspadaan warga menjadi kunci utama dalam rantai peringatan dini bahaya kebakaran. Laporan cepat masyarakat ke posko bencana memungkinkan petugas melakukan intervensi sebelum api membesar.
Evaluasi berkala terus digelar untuk memetakan wilayah rawan bencana secara lebih presisi. Sinergi aparat dan publik menjadi modal sosial terkuat menghadapi musim kemarau panjang.
Baca Juga:
Jangan Cuma Banggakan Harta Orang Tua Pesan Menohok Wabup Parimo Buat Generasi Muda
Tantangan pemadaman di area pesisir kerap terkendala kencangnya hembusan angin laut. Namun ketangguhan tim lapangan berhasil menekan sebaran api agar tidak meluas ke perkebunan warga.
"Edukasi bahaya Karhutla akan terus kami gencarkan hingga ke tingkat desa," ucap Erwin. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibanding upaya pemadaman di tengah medan berat.
Pemerintah daerah berencana memperkuat alokasi anggaran sarana mitigasi bencana pada tahun mendatang. Pembentukan relawan pemadam kebakaran di setiap desa rawan menjadi target prioritas selanjutnya.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen Pemda Parimo dalam melindungi keselamatan jiwa dan aset warga. Kehadiran negara di tengah krisis memperkokoh rasa aman masyarakat kawasan pesisir.