Parigi moutong, gemasulawesi - Senyum ketabahan terpancar dari wajah warga korban banjir di Kecamatan Kasimbar saat menerima penyaluran bantuan pangan darurat. Pemerintah daerah memastikan jaminan kebutuhan pokok penyintas bencana terpenuhi dengan baik.
"Bantuan beras dan bahan pangan ini disalurkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga Kasimbar terpenuhi," ungkap Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, beberapa waktu lalu di Kasimbar. Penyaluran bantuan difokuskan pada sembilan puluh lima kepala keluarga terdampak paling parah.
Banjir luapan sungai sebelumnya merendam permukiman dan merusak persediaan bahan makanan milik warga setempat. Kedatangan tim logistik Dinas Sosial menjadi penawar beban warga di masa pemulihan.
Baca Juga:
Syiar Islam di Pesisir Parimo, Ajang MTQ untuk Jaring Bibit Unggul Nasional
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah desa demi memastikan pendistribusian logistik berlangsung tepat sasaran. Data penerima disisir ulang agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan.
Proses distribusi bantuan pangan berjalan lancar dengan mengandalkan posko bencana desa sebagai titik kumpul. Bantuan dikawal langsung oleh petugas sosial demi menghindari potensi penumpukan logistik.
"Pendataan korban bencana dilakukan secara teliti agar bantuan diterima pihak yang berhak," sebutnya.. Pemda juga menyiagakan cadangan pangan darurat jika masa pemulihan membutuhkan waktu lebih lama.
Selain bantuan pangan, dinas terkait juga memeriksa kondisi kesehatan para penyintas di tempat pengungsian. Pemeriksaan medis rutin dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit pascabencana banjir.
Dukungan moral terus mengalir dari berbagai komunitas sosial untuk membantu warga Kasimbar bangkit kembali. Gotong royong warga lokal mempercepat pembersihan sisa lumpur di permukiman.
Baca Juga:
Call Center 112 Bebas Pulsa Parimo Beroperasi, Bupati Minta Warga Manfaatkan Aduan Cepat
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya fokus pada bantuan darurat pangan semata. Pemulihan sarana mata pencaharian warga terdampak juga mulai dirancang oleh dinas teknis.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi sosial warga hingga situasi benar-benar pulih," ucapnya. Langkah taktis ini menjadi kewajiban pemerintah daerah dalam melindungi warga terdampak bencana.
Evaluasi kelayakan infrastruktur tanggul sungai Kasimbar juga mendesak dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. Langkah komprehensif ini menjadi kunci utama mitigasi bencana banjir di masa depan.
Penyaluran bantuan logistik ini memberikan kepastian hidup bagi sembilan puluh lima keluarga korban banjir Kasimbar. Kehadiran pemerintah daerah di tengah krisis mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi warga.