Penerimaan Nakes Honorer Jadi ASN Melalui Jalur PPPK

<p>Penerimaan Nakes Honorer Jadi ASN Melalui Jalur PPPK</p>
Penerimaan Nakes Honorer Jadi ASN Melalui Jalur PPPK

Berita Nasional, gemasulawesi – Penerimaan Tenaga Kesehatan (Nakes) Honorer oleh Kemenkes RI menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Hal itu disampaikan Direktur Perencanaan Tenaga Kesehatan Direktur Perencanaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Sugiyanto. Terkait hal itu ia menjelaskan, penunjukan ini berlaku bagi tenaga honorer yang merupakan tenaga kesehatan (Nakes) untuk jadi ASN, khususnya yang terdaftar dalam data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (Si-SDMK) Kesehatan.

Dijelaskannya, permasalahan yang biasa dihadapi saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan di institusi kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas masih sangat rendah, saat ini hanya 50 persen puskesmas di Indonesia khususnya di wilayah tengah dan timur masih belum up to date. Dari sekitar 10.000 puskesmas, 5. 100 sangat membutuhkan tenaga medis, 560 di antaranya belum memiliki dokter.

“Kami ingin semua Puskesmas ada dokter, jadi tidak ada Puskesmas tanpa dokter dan selama ini mungkin 6% masih belum selesai, lebih dari 10.000 Puskesmas sehingga ada 42 RSUD kabupaten/kota yang belum memenuhi tujuh jenis dokter spesialis, ini juga menjadi misi kerja kami,” ucapnya dalam diskusi dilakukan via daring, Jumat 10 Juni 2022.

Baca: 10 Tempat Wisata di Pekanbaru Favorit Para Pengunjung, Cek Disini!

Sebagaimana diketahui bahwa ada enam pilar dalam transformasi sistem kesehatan, salah satunya adalah transformasi di bidang sumber daya manusia (SDM) yang akan mendukung transformasi lainnya, seperti transformasi yang berkaitan dengan layanan rujukan, layanan primer atau resiliensi kesehatan.

Ia mengatakan, peran SDM di bidang kesehatan sangat-sangat krusial.

Apalagi, permintaan dan pasokan tenaga kesehatan di dalam negeri saat ini belum seimbang, terutama dalam kompetensi dan kualitas tenaga kesehatan.

“Saat ini masih banyak yang masih belum sesuai dengan harapan,” ucap Direktur Perencanaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sugiyanto.

Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kualitas dan kompetensi bagi tenaga kesehatan (Nakes) secara berkala sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Diharapkan dengan melalui transformasi tersebut mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia berharap, dengan melakukan transformasi SDM kesehatan dapat mengatasi permasalahan dalam sistem kesehatan.

Karena tanpa ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai dan terdistribusi dengan baik, tentunya mereka tidak akan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Kementerian Kesehatan RI juga menawarkan sejumlah program bagi tenaga medis yang dikatakan mampu mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, program yang akan ditawarkan adalah penambahan program studi terkait sembilan penyakit prioritas bagi dokter spesialis. Oleh karena itu, pemberian beasiswa kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan keterampilan melanjutkan pendidikan pemanfaatan kesehatan lulusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri dan rekrutmen ASN baik PNS maupun PPPK.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan terus mendorong pengembangan dan pemerataan tenaga medis spesialis dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kebutuhan, guna menjamin pemanfaatan dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan spesialis lainnya secara maksimal,” ujarnya.

Rekrutmen ini akan disertai dengan kebijakan afirmasi sehingga pendaftaran difokuskan pada tenaga kesehatan dan non-ASN di bidang kesehatan yang hanya menerima afirmasi dari pemerintah daerah. (*)

Baca: Parigi Moutong Target Raih Medali di Porprov IX Kabupaten Banggai

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Kandungan dan Khasiat Madu HDI Clover Honey Untuk Kesehatan

Kandungan dan khasiat Madu Akhir-akhir ini Clover Honey terus menjadi beken di kalangan publik dan banyak beredar di pasaran

Dinkes Kota Palu Klaim Antusias Warga Ikuti Vaksinasi Booster Meningkat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, Sulawesi Tengah klaim antusias warga Kota Palu ikuti vaksinasi booster untuk melindungi diri dari

Waspadai Virus Cacar Monyet, Pemerintah Diminta Perketat Akses Masuk

Waspadai virus cacar monyet yang telah merebak di sejumlah negara di eropa, anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo minta agar pemerintah

Pemprov Sulawesi Tengah Himbau Warga Tenang Hadapi Wabah PMK

Pemprov Sulteng menghimbau warga agar tetap tenang dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit

Kemenkes Sebut Tipis Kemungkinan Hepatitis Misterius Menjadi Pandemi

Kemenkes sebut hepatitis misterius tipis kemungkinan untuk menjadi pandemic seperti Covid-19, Sekretaris Direktorat Jendral Kesehatan

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;