Laporan Keamanan Siber Tiongkok Mengklaim AS Memata-matai Pengguna Ponsel di Seluruh Dunia, Inilah Detail Laporannya

Tiongkok mengklaim bahwa AS memata-matai pengguna ponsel di seluruh dunia
Tiongkok mengklaim bahwa AS memata-matai pengguna ponsel di seluruh dunia Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Laporan keamanan siber baru dari China Cybersecurity Industry Alliance (CCIA) mengklaim bahwa badan intelijen Amerika Serikat telah secara diam-diam mengumpulkan data dari pengguna ponsel di seluruh dunia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa badan-badan ini telah menggunakan alat peretasan untuk mengakses kartu SIM, OS, dan aplikasi seluler.

Mereka juga menargetkan Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan jaringan seluler untuk melacak pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Dilansir dari GizChina.com, data yang dikumpulkan meliputi detail pribadi, info akun, catatan perangkat, dan riwayat lokasi.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengguna Apple iPhone telah menjadi target utama.

Diklaim bahwa badan intelijen AS menggunakan serangan "tanpa klik", sebuah metode yang menginfeksi ponsel tanpa pengguna mengklik atau membuka apa pun.

Peretas mengirim pesan tersembunyi ke aplikasi iMessage target, yang memasang spyware di latar belakang.

Begitu berada di dalam perangkat, spyware itu dapat mencuri pesan, log panggilan, foto, dan bahkan data lokasi real time.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa metode ini memungkinkan pengawasan jangka panjang terhadap pengguna iPhone tanpa sepengetahuan mereka.

Menurut laporan tersebut, upaya mata-mata ini tidak berhenti pada ponsel, karena CCIA mengatakan bahwa Amerika Serikat juga telah meretas:

·         Pusat data perusahaan IT besar

·         Penyedia jaringan seluler

·         Penyedia layanan internet

·         Kabel USB dan alat transfer data

Dengan melakukan ini, lembaga tersebut dapat memantau sejumlah besar pengguna pada saat yang sama, sehingga mempersulit pengguna untuk melindungi data mereka.

CCIA memperingatkan bahwa peretasan ini membahayakan semua pengguna ponsel.

Dikatakan bahwa lembaga Amerika Serikat menggunakan alat mata-mata, virus Trojan, dan cara tersembunyi untuk memantau ponsel, perusahaan, dan bahkan pemerintah.

Ini membahayakan penggunaan web yang aman, menyembunyikan data pengguna, dan mengancam keamanan nasional.

Jika ini terus berlanjut, lebih banyak pengguna mungkin berisiko mengalami pencurian ID dan kebocoran info.

Para ahli menyarankan agar pengguna mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri, termasuk:

·         Memperbarui perangkat untuk memperbaiki kelemahan keamanan

·         Menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk percakapan pribadi

·         Menghindari tautan dan pesan yang mencurigakan

·         Mematikan Bluetooth dan Wi-Fi saat tidak digunakan

CCIA mengatakan kerja sama global diperlukan untuk meningkatkan keamanan siber dan mencegah pengawasan rahasia.

CCIA menyerukan undang-undang perlindungan data yang lebih kuat untuk menghentikan badan intelijen mengumpulkan data pribadi tanpa izin.

Seiring meningkatnya ancaman siber, para ahli menekankan bahwa pemerintah, perusahaan, dan pengguna harus bekerja sama untuk menjaga keamanan sistem digital. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Para Eksekutif Samsung dan Xiaomi Bertemu, Diduga Membahas Kemungkinan Kesepakatan Terkait Pengembangan Kendaraan Listrik

Jay Y. Lee, Ketua Samsung Electronics, dan Lei Jun, CEO Xiaomi, mengadakan pertemuan yang diduga berfokus pada pengembangan kendaraan listri

Hal-hal Besar Segera Tiba untuk Headset Meta Quest 3: Pembaruan Mendatang Akan Hadirkan Fitur-fitur Ini

Meta Quest 3 akan mendapat beberapa fitur tambahan yang menarik melalui pembaruan Horizon OS V76 yang akan datang

Apple Mengonfirmasi Tanggal Penyelenggaraan WWDC 2025! Inilah yang Akan Mereka Lakukan Tahun Ini

Apple akan kembali menyelenggarakan Worldwide Developers Conference (WWDC) secara virtual pada bulan Juni, dan inilah rencana mereka

Mengenal Lebih Dalam Honor Pad V9, Pesaing Kuat iPad dengan Spesifikasi dan Fitur yang Menarik

Honor Pad V9 adalah tablet Android yang mengagumkan, dengan spesifikasi yang membuatnya dapat menyaingin iPad sebagai tablet terfavorit

Kacamata Pintar Haean Samsung Kabarnya Akan Diluncurkan Tahun Ini: Berikut Semua Informasi yang Diketahui

Selain headset XR, Samsung dilaporkan akan sekalian menghadirkan kacamata pintar dengan nama kode “Haean”

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;