Akhirnya Tampil di Bioskop Indonesia, Inilah Sinopsis Crocodile Tears, Film yang Tayang di Festival Film Internasional Toronto 202

Poster film Crocodile Tears Source: Foto/Instagram/@talamedia_co

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Ada kabar baik untuk para pecinta film tanah air, karena film thriller Crocodile Tears, atau Air Mata Buaya, akan segera datang ke bioskop Indonesia.

Produksi film ini adalah kolaborasi unik antara sineas Indonesia, Prancis, Singapura, dan Jerman.

Film ini digarap oleh sutradara Tumpal Tampubolon, yang juga terlibat dalam proyek film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, dan film Wiro Sableng 212.

Dia terkenal akan kemampuannya dalam menyeimbangkan unsur menyeramkan sekaligus laga dalam film-filmnya.

Film Crocodile Tears atau Air Mata Buaya dijadwalkan untuk tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 7 Mei 2026 mendatang.

Film tersebut sebenarnya sudah tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada tanggal 9 September 2024.

Hal itu membuktikan bahwa film ini sangat berkualitas dan memiliki potensi global yang besar.

Tidak hanya itu, Crocodile Tears juga menerima lima nominasi di Festival Film Indonesia 2024, menarik perhatian para kritikus film nasional.

Film ini menyuguhkan cerita yang terkesan unik tapi mencekam, di mana rasa cinta menjadi sesuatu yang menyesakkan

Selain naskah cerita yang luar biasa, film tersebut juga didukung oleh kehadiran sejumlah aktor dan aktris berbakat.

Di antaranya, ada Yusuf Mahardika, Marissa Anita, Zulfa Maharani, Agnes Naomi, dan Rizal Iwan.

Marissa Anita dan Yusuf Mahardika beradu akting sebagai karakter utama yang akan memunculkan ketegangan psikologis bagi para penonton film ini.

Sinopsis Crocodile Tears:

Kisah berfokus pada hubungan antara seorang anak pemuda bernama Johan (diperankan oleh Yusuf Mahardika), dan ibunya (diperankan oleh Marissa Anita) yang overprotektif.

Mereka berdua hidup terisolasi di sebuah lokasi terpencil, tepatnya di sebuah peternakan buaya yang sunyi di Jawa Barat.

Hidup mereka bergantung pada seekor buaya putih, yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan.

Konflik mulai muncul ketika Johan mulai mengenal dunia luar dan jatuh cinta pada seorang gadis kota yang bernama Arumi (diperankan oleh Zulfa Maharani).

Namun, kehadiran orang baru dalam hidup anaknya ini justru mengeluarkan sisi gelap sang ibu, yang tidak ingin anaknya dipengaruhi oleh dunia luar.

Perilaku sang ibu pun mulai berubah menjadi ganas, seperti predator yang ada di peternakan mereka.

Dengan dalih melindungi putranya dari kejamnya dunia luar dan rasa sakit akibat patah hati, dia melakukan segala cara demi menjaga anak laki-lakinya tetap berada dalam kendalinya. (*/Armyanti)

Bagikan:

Artikel Terkait

Berita Terkini