Jadi Salah Satu Sosok Paling Vokal di PDI P, Ini Kehidupan Awal Hasto Kristiyanto yang Kini Jadi Sekjen Partai Banteng

<p>Ket. Foto : Berikut Ini Kehidupan Awal dari Hasto Kristiyanto<br />
(Foto/X/@66Hasto)</p>
Ket. Foto : Berikut Ini Kehidupan Awal dari Hasto Kristiyanto (Foto/X/@66Hasto)

Nasional, gemasulawesi – Nama Hasto Kristiyanto akhir-akhir ini menjadi salah satu sosok yang mendapatkan sorotan dari masyarakat setelah beberapa pernyataannya tentang Gibran Rakabuming Raka viral.

Salah satu perkataan Hasto Kristiyanto yang menjabat Sekjen PDI-P ini tentang Gibran Rakabuming Raka adalah dia menganggap Gibran pembangkang.

Hasto Kristiyanto sendiri merupakan sosok yang lahir di Yogyakarta di tanggal 7 Juli 1966.

Baca: Puan Sebut Kawan Lama yang Jadi Lawan Baru, Pengamat Ungkap Pernyataan Itu Perlihatkan Kekecewaan Mendalam PDI P terhadap Jokowi 

Dia dilahirkan dari ibu yang bernama Yohana Sutami dan ayah yang bernama Antonius Krido Pardjono.

Menjadi murid yang cenderung biasa-biasa saja saat di sekolah dasar, Hasto Kristiyanto dikenal memiliki ketertarikan kepada cerita-cerita wayang.

Dikatakan jika alam budaya Jawa memiliki pengaruh yang besar pada dirinya.

Baca: Disambut Teriakan AMIN Menang, Cak Imin Sambangi Kelompok Petani di Klaten Jawa Tengah

Menurut cerita orang terdekatnya, Hasto Kristiyanto adalah penggemar kisah Mahabharata, yang menyajikan konflik kekuasaan antara kebenaran dan kebathilan.

Berhasil masuk ke sekolah prestisius Kolese de Britto di Yogyakarta, Hasto mulai sering membaca buku-buku politik yang sejalan dengan aktivitas sekolah di SMA yang dilakukannya.

Diketahui jika selama bersekolah di SMA Kolese de Britto, Hasto mengikuti berbagai macam organisasi.

Baca: Jokowi Diduga Kuat Dukung Prabowo dan Gibran, Sekjen PDI-P Tegaskan Partainya Tidak Akan Tarik Mundur Menteri dari Kabinet

Karena semasa remajanya banyak menyaksikan peristiwa-peristiwa kebudayan di Yogyakarta yang menjadi tempatnya tinggal dan juga dinamika politik yang berkembang sangat keras, ini membuat pengaruh yang cukup besar untuk hasto dalam hal mengembangkan ketrampilan organisasi.

Pada tahun 1985, Hasto Kristiyanto berhasil masuk ke UGM Yogyakarta dimana di tahun 1985 dia menjalani tahun pertamanya.

Hasto menjadi mahasiswa Teknik Kimia saat itu dan lulus di tahun 1991.

Baca: Tidak Masuk TPN Prabowo dan Gibran, Erick Thohir Ungkap Fokus di Pemerintahan

Selama menjadi mahasiswa, Hasto dikenal sebagai salah satu yang giat mengikuti organisasi.

Dia kemudian terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Saat mengikuti organisasi-organisasi selama masa mahasiswanya tersebut, Hasto banyak membaca persoalan-persoalan rakyat.

Baca: Ikuti Aksi Bela Palestina, Anies Baswedan Tampil Orasi dan Serukan Kemerdekaan untuk Rakyat Palestina

Apalagi saat itu, masa represi Orde Baru mencapai puncaknya.

Tahun 1986-1987, PDI mengalami kebangkitan dan memunculkan nama Megawati Soekarnoputri.

Kebangkitan PDI ini membuat publik kembali mengingat sosok Sukarno yang dikatakan membuat Hasto diam-diam mulai memikirkan masa depan Indonesia.

Baca: Sebut Gibran Telah Pamit, Sekjen PDI P Nyatakan Partainya sedang Tunggu Keputusan Berikutnya Pasca Putusan MK

Untuk Hasto Kristiyanto muda, kesadaran Sukarnois adalah kesadaran spiritual yang baginya melampaui alam kata-kata dan alam rasio.

Selama masa-masa kuliahnya, Hasto banyak membaca buku-buku tentang Sukarno dan gagasannya tentang Indonesia Raya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Puan Sebut Kawan Lama yang Jadi Lawan Baru, Pengamat Ungkap Pernyataan Itu Perlihatkan Kekecewaan Mendalam PDI P terhadap Jokowi

Pengamat Politik, Agung Baskoro, menyatakan jika pernyataan Puan tentang kawan menjadi lama perlihatkan kekecewaan mendalam PDI-P.

Disambut Teriakan AMIN Menang, Cak Imin Sambangi Kelompok Petani di Klaten Jawa Tengah

Cak Imin yang hari ini mengadakan kunjungan ke kelompok petani di Klaten disambut dengan teriakan AMIN menang dari para petani.

Jokowi Diduga Kuat Dukung Prabowo dan Gibran, Sekjen PDI-P Tegaskan Partainya Tidak Akan Tarik Mundur Menteri dari Kabinet

Hari ini, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, menegaskan PDI-P tidak akan menarik menteri untuk mundur dari kabinet Jokowi.

Tidak Masuk TPN Prabowo dan Gibran, Erick Thohir Ungkap Fokus di Pemerintahan

Saat dimintai tanggapannya hari ini terkait tidak masuknya namanya ke TPN Prabowo dan Gibran, Erick Thohir nyatakan dia fokus di pemerintahan.

Ikuti Aksi Bela Palestina, Anies Baswedan Tampil Orasi dan Serukan Kemerdekaan untuk Rakyat Palestina

Dalam Aksi Bela Palestina hari ini, Anies Baswedan tampil berorasi dan menyerukan kemerdekaan untuk bangsa Palestina.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;