☰
✕

Bukan Lagi Kopra, DPRD Parigi Moutong Dorong Aset Pabrik Bimoli Diubah Jadi Industri Kelapa Biji

DPRD Parigi Moutong mendorong Pemda menghidupkan bekas pabrik minyak Bimoli menjadi industri kelapa biji demi tingkatkan PAD dan lapangan kerja.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Kawasan industri bekas pabrik minyak Bimoli di Kecamatan Moutong siap bangkit dari tidur panjang.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong merancang skema pembukaan kembali kawasan aset daerah yang sekian lama mangkrak.

Langkah strategis ini berpeluang besar mendongkrak pendapatan asli daerah secara signifikan sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru.

Rencana menggiatkan kembali lokasi legendaris pabrik pengolahan minyak goreng mendapat sambutan positif kalangan legislatif setempat.

Baca Juga:
DPRD Parigi Moutong Murka Agenda Bupati Kerap Kalahkan Rapat Paripurna

“Saya kira ini rencana yang baik dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan daerah,” ujar Anggota DPRD Parigi Moutong H. Sammi dalam rapat paripurna di Parigi Moutong beberapa waktu lalu.

Politisi ini menekankan pentingnya kajian mendalam bersama calon investor sebelum menentukan arah operasional bisnis fasilitas pengolahan.

Fokus pengembangan usaha disarankan bergeser dari pengolahan kopra menuju industri pengolahan berbasis kelapa biji.

Kondisi riil lapangan menunjukkan mayoritas petani lokal saat ini cenderung menjual hasil panen dalam bentuk buah kelapa utuh.

Penjualan bentuk buah memberikan kepastian harga serta efisiensi waktu kerja dibanding proses pembuatan kopra konvensional yang memakan waktu lama.

“Dari segi efisiensi waktu, harga, dan percepatan memperoleh penghasilan, petani saat ini lebih memilih menjual kelapa biji,” kata Sammi.

Pengolahan kopra pada masa sekarang umumnya hanya memanfaatkan sisa buah kualitas rendah atau kategori produk afkir.

Setumpuk persoalan ketersediaan pasokan bahan baku kopra disinyalir menjadi penyebab utama tumbangnya operasional minyak Bimoli beberapa tahun silam.

Perubahan pola produksi masyarakat membuat pasokan bahan baku pabrik minyak lenyap mendadak dari pasar lokal.

Potensi luas hamparan perkebunan kelapa menempatkan Parigi Moutong pada posisi tawar tinggi untuk menarik arus modal dari luar daerah.

Baca Juga:
Salah Prediksi Bencana Buat Parigi Moutong Kelabakan, Ketua DPRD Sentil Pemda Soal BTT

Skema pengembangan industri kelapa segar ini diyakini mampu menyamai keberhasilan kawasan industri besar seperti yang berdiri tegak di Kabupaten Morowali.

Pimpinan dewan langsung merespons cepat usulan penataan kembali kawasan bekas pabrik pengolahan minyak nabati tersebut.

Komisi teknis bersama organisasi perangkat daerah mitra diperintahkan segera menggelar pertemuan khusus guna merumuskan formulasi final pemanfaatan lokasi.

“Saya berharap ke depan kita bersama sama merumuskan teknis dan tujuan pemanfaatan lokasi ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budianto.

Bagikan: