DPRD Parigi Moutong Murka Agenda Bupati Kerap Kalahkan Rapat Paripurna

DPRD Parigi Moutong menyentil Prokopim Setda Parimo agar memprioritaskan kehadiran Bupati pada rapat paripurna demi keharmonisan lembaga.
DPRD Parigi Moutong menyentil Prokopim Setda Parimo agar memprioritaskan kehadiran Bupati pada rapat paripurna demi keharmonisan lembaga.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Keharmonisan hubungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali diuji.

Kritik tajam mencuat dalam rapat Panitia Khusus LKPJ di lingkungan Sekretariat Daerah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Parimo Candra Stiawan secara terbuka menyoroti kinerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Parimo.

"Ini sangat penting dalam rangka menjaga keharmonisan kedua lembaga pemerintahan," tegas Candra saat mengikuti rapat yang dipimpin Ketua Pansus Mohammad Basuki.

Baca Juga:
Salah Prediksi Bencana Buat Parigi Moutong Kelabakan, Ketua DPRD Sentil Pemda Soal BTT

Prokopim disanksi moral agar lebih cermat menyusun seluruh rangkaian agenda kepala daerah.

Jadwal rapat paripurna DPRD seharusnya menjadi prioritas utama ketimbang acara seremonial perangkat daerah.

Secara teknis pengatur agenda pimpinan wajib memilah mana kegiatan yang mengikat langsung figur Bupati.

Ketidakhadiran kepala daerah dalam forum legislatif dinilai dapat memicu riak politik di ranah publik.

DPRD sebenarnya memaklumi jika benturan jadwal terjadi akibat panggilan mendadak dari kementerian atau pemerintah pusat.

Namun alasan serupa dianggap tidak berlaku untuk kegiatan seremonial yang hanya berlangsung di wilayah Parimo.

"Kalau hanya kegiatan di dalam daerah, saya harap Prokopim segera berkoordinasi dengan Bupati agar kegiatan tersebut bisa diwakili oleh bawahan, sehingga Bupati dapat memprioritaskan kehadirannya di rapat paripurna," kata Candra di tengah jalannya rapat.

Kehadiran Bupati dalam forum paripurna amat krusial sebab menyangkut arah regulasi serta kebijakan strategis daerah.

Agenda internal dinas semestinya diwakili pejabat teknis jika bertepatan dengan rapat paripurna.

Prokopim diminta berani menggeser jadwal OPD demi menjaga wibawa agenda legislatif.

Keberadaan 40 anggota DPRD dari berbagai partai politik membawa banyak sudut pandang kritis terhadap komitmen Pemkab Parimo.

"Jika tetap terjadi benturan jadwal, paling tidak Prokopim bisa menggeser salah satu agenda OPD," ujar Candra menambahkan keterangannya.

Baca Juga:
Sektor Kesehatan Parimo Ditarget Kerek Pendapatan Daerah Rp261 Miliar, Politisi Dewan Buka Suara

Langkah taktis ini dinilai penting demi meredam spekulasi keretakan hubungan antarlembaga.

Jadwal dari Badan Musyawarah DPRD sejatinya sudah diserahkan jauh hari sebelum agenda penandatanganan regulasi dimulai.

Koordinasi yang minim hanya akan mengulang pola kelalaian penjadwalan serupa di masa mendatang.

"Saya harap melalui jadwal yang telah diserahkan Banmus DPRD jauh sebelumnya, Prokopim sudah bisa menyesuaikan agenda kehadiran Bupati, khususnya pada rapat paripurna," pungkas Candra.

...

Artikel Terkait

wave

Salah Prediksi Bencana Buat Parigi Moutong Kelabakan, Ketua DPRD Sentil Pemda Soal BTT

Ketua DPRD Parigi Moutong desak pemda cairkan BTT bencana dan perbaiki jalan desa rusak parah di tengah efisiensi anggaran 2026.

Sektor Kesehatan Parimo Ditarget Kerek Pendapatan Daerah Rp261 Miliar, Politisi Dewan Buka Suara

DPRD Parigi Moutong pertanyakan kenaikan target PAD APBD Perubahan 2026 jadi Rp261 miliar yang dibebankan pada BLUD puskesmas dan RS

Bukan Cuma Lolos Pemilu, PSI Parigi Moutong Targetkan Kemenangan Lewat Strategi Desa

PSI Parigi Moutong patok target menang pemilu dan siapkan strategi jaringan pengurus hingga pasangan kader di desa demi kunci kursi DPRD.

Sinyal Ketat Anggaran Daerah 2027, DPRD Parimo Sepakati Empat Rekomendasi Penting

DPRD Parimo menetapkan rencana kerja 2027 dan merilis empat rekomendasi penting demi mengantisipasi ketatnya persaingan anggaran daerah.

Lonjakan Belanja Modal Parigi Moutong Tembus Rp51 Miliar Picu Sorotan Perindo

Fraksi Perindo soroti lonjakan belanja modal Parigi Moutong dari Rp18 miliar menjadi Rp51 miliar agar fokus infrastruktur warga.

Berita Terkini

wave

Bukan Lagi Kopra, DPRD Parigi Moutong Dorong Aset Pabrik Bimoli Diubah Jadi Industri Kelapa Biji

DPRD Parigi Moutong dorong Pemda menghidupkan bekas pabrik minyak Bimoli menjadi industri kelapa biji demi tingkatkan PAD dan lapangan kerja

DPRD Parigi Moutong Murka Agenda Bupati Kerap Kalahkan Rapat Paripurna

DPRD Parigi Moutong menyentil Prokopim Setda Parimo agar memprioritaskan kehadiran Bupati pada rapat paripurna demi keharmonisan lembaga.

Salah Prediksi Bencana Buat Parigi Moutong Kelabakan, Ketua DPRD Sentil Pemda Soal BTT

Ketua DPRD Parigi Moutong desak pemda cairkan BTT bencana dan perbaiki jalan desa rusak parah di tengah efisiensi anggaran 2026.

Sektor Kesehatan Parimo Ditarget Kerek Pendapatan Daerah Rp261 Miliar, Politisi Dewan Buka Suara

DPRD Parigi Moutong pertanyakan kenaikan target PAD APBD Perubahan 2026 jadi Rp261 miliar yang dibebankan pada BLUD puskesmas dan RS

Mencari Pemimpin BUMD, Parigi Moutong Undang Profesional Ambil Bagian

Pansel memutuskan memperpanjang masa pendaftaran untuk memberi kesempatan bagi kalangan profesional tanpa menurunkan standar kualifikasi


See All
; ;