Parigi moutong, Gemasulawesi - Ancaman padamnya arus listrik di Kabupaten Parigi Moutong menyisakan kecemasan mendalam pada fasilitas medis lokal. Tanpa pasokan bahan bakar solar yang terjamin, mesin genset rumah sakit terancam mati total saat krisis energi melanda.
"Saya meminta SPBU memprioritaskan fasilitas kesehatan karena ini berkaitan dengan pelayanan pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit," tegas Anggota DPRD Parigi Moutong Feiny Mike Kairupan di ruang paripurna DPRD Parigi Moutong, beberapa waktu lalu.
Langkah darurat pemda sangat dinantikan saat ini. Penyaluran solar bersubsidi untuk operasional genset rumah sakit mutlak diprioritaskan.
Baca Juga:
Bukan Lagi Kopra, DPRD Parigi Moutong Dorong Aset Pabrik Bimoli Diubah Jadi Industri Kelapa Biji
Pelayanan kesehatan pasien bisa lumpuh total. Peralatan medis vital yang membutuhkan aliran listrik terus menerus terancam mati tanpa sokongan bahan bakar.
Kondisi tersebut jelas membahayakan keselamatan pasien. Penanganan medis serta pemantauan intensif berkelanjutan bisa terhenti mendadak di tengah jalan.
Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Pemda wajib mengintervensi SPBU agar mengalokasikan solar khusus bagi unit penanganan medis.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan pasien," tutur Feiny menambahkan.
Jeritan kelangkaan solar ini menuntut aksi nyata. Pengelola fasilitas kesehatan dan SPBU butuh koordinasi cepat dari jajaran pemda.
Baca Juga:
DPRD Parigi Moutong Murka Agenda Bupati Kerap Kalahkan Rapat Paripurna
Distribusi BBM bersubsidi wajib menyasar target krusial. Pasokan bahan bakar jangan sampai meleset saat pemadaman listrik berkepanjangan terjadi.
Pelayanan medis warga menjadi taruhan utama. Pemda Parigi Moutong harus bergerak memangkas rantai birokrasi penyaluran solar di lapangan.
Kepastian stok solar genset rumah sakit harus terjamin. Solusi konkret amat mendesak agar krisis pelayanan kesehatan tidak memakan korban.
"Saya berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini dengan berkoordinasi bersama pihak terkait," ujar Feiny menuntaskan alasannya.