☰
✕

Ketua DPRD Parimo Temukan SDK Terpencil Singgonitu Terisolasi Tanpa Listrik dan Air

Ketua DPRD Parigi Moutong temukan fakta guru SDK Terpencil Singgonitu tidur di kelas dan bayar ojek Rp400 ribu demi mengajar.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Menembus tiga belantara gunung selama tiga jam memakai motor ojek menjadi santapan harian para pengajar di pelosok Sulawesi Tengah.

"Kalau bolak-balik, sewa ojek saja, gaji mereka ini habis," kata Ketua DPRD Parigi Moutong Alfred saat meninjau SDK Terpencil Singgonitu di Desa Ulatan, Kabupaten Parigi Moutong, Senin, 26 Oktober 2026.

Tiga tenaga pengajar terpaksa menyulap ruang kelas menjadi tempat tidur saban hari.

Baca Juga:
Anggaran 2027 Diprediksi Makin Ketat, DPRD Parimo Nekat Patok Evaluasi Kinerja Per Semester

Akses medan nan ekstrem membikin para guru terisolasi dan cuma bisa pulang ke desa sebulan sekali.

Ongkos ojek sewaan menuju sekolah mencapai Rp400 ribu untuk sekali jalan.

Ketiadaan fasilitas dasar makin menambah panjang daftar penderitaan 65 murid dan guru di sana.

"Fasilitas air bersih tidak ada, makanya mereka pergi ke sungai-sungai, jalan kaki sampai di bawah," ujar Alfred.

Listrik dan pancaran sinyal internet pun nihil di area Dusun VI Singgonitu.

Siswa kelas enam bahkan terpaksa turun gunung menempuh permukiman bawah hanya demi bisa menyalin soal Tes Kemampuan Akademik.

Baca Juga:
Aturan Baru Dikejar, Parigi Moutong Terancam Keteteran Biayai Standar Laboratorium RSUD

Permintaan pertolongan pun menyembul langsung dari bibir para pahlawan tanpa tanda jasa di garis depan pendidikan.

"Tunjangan dana khusus, karena itu yang paling penting, kemudian akses air bersih dan listrik," tutur guru SDK Terpencil Singgonitu Arianoava.

Para pengajar berharap pemerintah segera memasang sambungan pipa air bersih dan panel surya demi menopang kegiatan belajar.

Penyediaan perumahan dinas guru dan fasilitas jaringan internet satelit Starlink juga mendesak diwujudkan.

Bagikan: