Millen Cyrus Pamer Kehamilan 17 Minggu, Netizen Beranggapan Trasgender Sulit Menghasilkan ASI

Ket Foto: Millen Cyrus baru saja pamer soal kehamilan yang berusia tujuh minggu ke sosial media (Foto/Instagram/@millencyrus)

Selebriti, gemasulawesi – Millen Cyrus pamer akan kehamilannya yang berusia ke tujuh belas minggu. 

Ia memotret perut yang terasa membesar tersebut bersama kekasihnya Lionel Lee. 

Baca: http://Halle Bailey Mengaku Terharu dan Menangis Saat Mendapat Tawaran Peran Sebagai Ariel di Film Little Mermaid, Akan Tayang di Bioskop Pada 24 Mei 2023

Hal tersebut menjadi pertanyaan netizen, sebab Millen Cyrus ialah transgender. 

Millen Cyrus yang dirasa oleh banyak netizen yakni akan sulit untuk mengeluarkan ASI. 

“Akhirnya kehamilan di usia 17 minggu,” ungkap Millen Cyrus saat memotret kehamilannya bersama sang kekasih. 

Baca: http://Begini Data Profil Sosok Halle Bailey Sebagai Peran Utama Ariel Dalam Film The Little Mermaid yang Telah Tayang di Bioskop

Millen Cyrus mengunggah potretan kehamilannya tersebut di kanal instagram. 

Sehingga banyak juga netizen yang menghujat akan kabar kehamilan dari Millen Cyrus. 

Baca: http://Ariel Noah Belum Pernah Merasa Ditolak Oleh Wanita, Seolah Memiliki Kharisma Khas Tanpa Tandingan di Mata Netizen

Lantas untuk terkait ASI, dari jurnal internasional mengatakan bahwa ASI dari trasgender masih bisa dihasilkan asalkan ada terapi induksi lataksi. 

Terapi tersebut yakni hanya mempermasalahkan hormon kepada seseorang yang dari laki-laki berubah menjadi seorang perempuan. 

Baca: http://Hubungan Boy William dan Ayu Ting-ting Dikatakan Sedang Renggang, Netizen Menyoroti Keduanya Saling Tak Bersama Lagi

Agar hal tersebut bisa menjadi keluar ASI bagi sang perempuan tersebut bagi si bayi. 

Metode yang dilaksanakan tersebut yakni merupakan prosedur untuk sang ibu adopsi ataupun non adopsi yang disebut sebagai laki-laki baru. 

Baca: http://Inara Rusli Akhirnya Serang Balik Virgoun Soal Hak Asuh Anak, Gugat Cerai di Pengadilan Kembali

Namun reaksi untuk pemberian hormon tersebut yakni dapat mengganggu pertumbuhan hormon dari sang laki-laki yakni testoteron yang awalnya ialah sebagai berjenis kelamin laki-laki. 

Sayangnya testoteron tersebut tak akan menganggu yang namanya dada dari seorang laki akibat adanya terapi induksi laktasi. 

Hubungan tersebut berkaitan dengan keperawatan bayi yakni skin to skin. 

Namun di New York tercatat seorang laki-laki dapat menyusui sang bayi di tahun 2018 setelah melakukan metode induksi laktasi. 

“Wanita trasgender pun banyak yang mengambil pengalaman dari non trasgender terkait soal wanita,” ungkap bagian medical center asal Boston. 

Lantas jawabannya laki-laki masih dapat mengeluarkan ASI asalkan seorang tersebut menerapkan terapi khusus. (*/Ayu Sisca Irianti) 

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Bagikan: