Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Memperkenalkan Buku Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah

Moh Taufan, Pamong budaya Disdikbud Parigi Moutong
Moh Taufan, Pamong budaya Disdikbud Parigi Moutong Source: (Foto/gemasulawesi/Muhammad Rifai)

Parigi moutong, gemasulawesi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, memperkenalkan buku pokok pikiran kebudayaan daerah yang telah disusun oleh bidang kebudayaan.

Moh Taufan, selaku pamong budaya Dikbud Parigi Moutong, menjelaskan hal ini, di Parigi pada tanggal 2 Februari 2024.

Ia menambahkan buku tersebut telah diterbitkan sebagai panduan bagi pengembangan dan pemeliharaan kebudayaan lokal.

Namun, meskipun telah ada buku tersebut, Kementerian memutuskan bahwa tidak perlu mengirimkan salinan fisiknya, melainkan hanya memberikan rekomendasi.

Baca Juga:
Pemda Parigi Moutong Adakan Reviu LPPD 2023, PJ Bupati Sebut Masih Terdapat Data Dukung Tidak Dapat Dipenuhi

"Buku ini tetap memiliki efek yang signifikan dalam penyelenggaraan kebudayaan," tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari buku tersebut, telah dilakukan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyelenggaraan kebudayaan.

"Raperda ini didukung oleh provinsi sebagai bagian dari prioritas Kementerian Budaya," terangnya.

Taufan memaparkan setiap daerah diwajibkan memiliki rancangan peraturan daerah tentang kebudayaan, dan hal ini merupakan langkah penting dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan lokal.

Baca Juga:
Giliran Front Pemuda Kaili Parigi Moutong Desak KPU RI Usut Dugaan Kongkalikong Seleksi Komisioner Terkait Kelulusan I Made Koto Parianto

"Dua tahun sebelumnya, telah dibuat buku daur hidup masyarakat adat Parigi Moutong, yang membagi masyarakat menjadi empat suku, yaitu Kaili, Tajio, Lauje, dan Tialo.

Taufan menjelaskan setiap tahun fokus pada satu suku, dengan tahun pertama mengenai daur hidup adat Kaili, tahun kedua untuk Tajio, dan tahun ini untuk Lauje.

"Buku ini mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat adat, mulai dari upacara kelahiran hingga ritual kematian," imbuhnya.

Menurutnya, penyusunan buku mengenai empat suku ini merupakan upaya untuk menyatukan dan memperkuat identitas budaya masyarakat Parigi Moutong.

Selain itu, Ide ini telah mendapatkan dukungan dari tingkat provinsi sebagai langkah yang penting dalam melestarikan dan menghargai kekayaan budaya lokal.

"Tindakan ini adalah langkah yang praktis untuk memajukan serta melindungi kekayaan budaya Parigi Moutong, sambil memperkuat identitas budaya di tingkat lokal dan daerah," pungkasnya. (Muhammad Rifai)

...

Artikel Terkait

wave
Jadi Ajang Promosi Daerah, Festival Teluk Tomini Masuk ke Pelaksanaan Kharisma Event Nusantara 2024

Menurut laporan, event Festival Teluk Tomini masuk ke pelaksanaan Kharisma Nusantara 2024 di TMII kemarin.

Akan Bertugas untuk Voting Day, 9520 KPPS di Kabupaten Parigi Moutong Telah Resmi Dilantik

Laporan menyebutkan jika 9.520 KPPS yang akan bertugas untuk voting day di tanggal 14 Februari 2024 telah resmi dilantik baru-baru ini.

Dirangkaikan dengan Launching Gerakan 3T, Pemda Parimo Kukuhkan Pengurus Tim Penggerak PKK Periode 2023 hingga 2024

Menurut laporan, kemarin, pemda Parigi Moutong menyelenggarakan acara pengukuhan pengurus Tim Penggerak PKK untuk periode 2023-2024.

Didasarkan atas Keputusan Gubernur, DPRD Parigi Moutong Selenggarakan Rapat Paripurna Sumpah dan Janji PAW Anggota

Kemarin, tanggal 23 Januari 2024, DPRD Parigi Moutong mengadakan rapat paripurna sumpah dan janji PAW anggota DPRD.

Arifin Lamalindu Tokoh Pemekaran Parigi Moutong Soroti Kelulusan I Made Koto Parianto, Desak KPU RI Evaluasi Kembali

Kelulusan I Made koto parianto menuai sorotan dari salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Parigi Moutong, Arifin Lamalindu.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;