Diduga Diracun, Peristiwa Kematian Belasan Kucing di Sawojajar Malang Dilaporkan ke Polisi, Begini Kronologinya

Ilustrasi kucing di kawasan Sawojajar, Malang, Jawa Timur yang mati, diduga karena diracun
Ilustrasi kucing di kawasan Sawojajar, Malang, Jawa Timur yang mati, diduga karena diracun Source: (Foto/Pixabay/@TheKov)

Malang, gemasulawesi - Kasus kematian belasan ekor kucing di kawasan Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang, kini resmi masuk ke ranah hukum.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa sebanyak 16 ekor kucing ditemukan mati secara misterius dan diduga kuat diracun.

Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Ketua RT 3, Bambang, bersama Yayasan Sintesia Animalia Indonesia yang turut memberikan advokasi terkait kasus tersebut ke Polresta Malang Kota.

Dalam keterangannya, Bambang menyebutkan bahwa laporan ini dibuat setelah dirinya dan warga setempat memberikan waktu kepada siapa saja yang merasa bersalah atau terlibat dalam peracunan untuk mengaku secara sukarela.

Baca Juga:
Petani Merugi Terancam Gulung Tikar, Ada Oknum Pejabat Diduga Terlibat Muluskan Aksi Investor Beli Murah Durian di Sulawesi Tengah

Namun setelah beberapa waktu tidak ada yang mengaku, sehingga Bambang memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

Sementara itu, Yayasan Sintesia Animalia Indonesia menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah hukum ini, mengingat kematian 16 ekor kucing tersebut telah mengundang keprihatinan banyak pihak, khususnya para pecinta hewan.

Mereka menegaskan bahwa kekerasan terhadap hewan harus ditindak tegas dan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ipda Yudi Risdianto, Kasi Humas Polresta Malang Kota, membenarkan bahwa laporan dari masyarakat Sawojajar sudah diterima oleh kepolisian.

Baca Juga:
Gerebek Sebuah Rumah di Cengkareng, 40 Pohon Ganja dan Paket Siap Edar Ditemukan Polisi

"Kita (Polres Malang) menerima aduan dari masyarakat Sawojajar terkait adanya belasan kucing yang mati," jelasnya kepada wartawan pada Kamis 14 November 2024.

Yudi menambahkan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan pihak kepolisian adalah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selanjutnya, mereka akan berkoordinasi dengan dinas terkait atau dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian kucing-kucing tersebut.

Jika nantinya ditemukan bukti yang cukup bahwa belasan kucing tersebut mati karena diracun, maka kasus ini akan diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:
Buru Gembong Narkoba Murtala dan 7 Tahanan Lain yang Kabur dari Rutan Salemba, Polisi Beri Update Terkini Olah TKP

Hal ini menunjukkan komitmen pihak berwajib untuk menegakkan hukum terkait perlindungan hewan dan memberikan efek jera kepada pelaku.

Meningkatnya kasus kekerasan terhadap hewan, khususnya kucing jalanan, menjadi perhatian serius masyarakat.

Hewan, termasuk kucing, memiliki hak untuk hidup layak dan mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, baik warga maupun aparat penegak hukum, untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi hewan.

Edukasi dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan perlu ditingkatkan, sehingga perlakuan kejam terhadap mereka dapat dicegah. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Petani Merugi Terancam Gulung Tikar, Ada Oknum Pejabat Diduga Terlibat Muluskan Aksi Investor Beli Murah Durian di Sulawesi Tengah

Dugaan oknum pejabat muluskan upaya investor asing membeli murah durian di Sulteng, akibatkan sejumlah petani terancam gulung tikar.

Gerebek Sebuah Rumah di Cengkareng, 40 Pohon Ganja dan Paket Siap Edar Ditemukan Polisi

Penggerebekan rumah di Cengkareng temukan puluhan pohon ganja dan paket siap edar, polisi terus selidiki.

Buru Gembong Narkoba Murtala dan 7 Tahanan Lain yang Kabur dari Rutan Salemba, Polisi Beri Update Terkini Olah TKP

Polisi dan Rutan Salemba bekerja sama dalam pengejaran tujuh tahanan yang kabur, termasuk gembong narkoba.

Viral Aksi Pengemudi Mobil Arogan Todongkan Senpi ke Kendaraan Lain di Tol Bekasi, Diduga Tidak Terima Didahului

Aksi pengemudi mobil yang menodongkan senpi ke pengemudi lain di jalan tol Bekasi terekam kamera, begini awal mula kejadiannya

ASDP Cabang Baubau Catat Jumlah Penumpang pada Periode Januari hingga Oktober 2024 Sebanyak 479.595 Orang

PT ASDP Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, mencatat jumlah penumpang pada periode Januari hingga Oktober 479.595 orang.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;