Korupsi Dana BLT Senilai Rp448 Juta! Kepala Kantor Pos Cabang Sedanau di Riau Ditangkap Polisi, Ternyata Digunakan untuk Ini

Kepala Kantor Pos Sedanau Natuna ditangkap polisi setelah korupsi dana BLT senilai Rp 448 juta untuk judi online.
Kepala Kantor Pos Sedanau Natuna ditangkap polisi setelah korupsi dana BLT senilai Rp 448 juta untuk judi online. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Natuna, gemasulawesi - Seorang pejabat di kantor Pos Cabang Pembantu Sedanau, di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Firdaus (37), kini harus menghadapi konsekuensi hukum.

Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan langsung tunai (BLT) yang seharusnya digunakan untuk membantu warga kurang mampu. 

Kasus penyalahgunaan dana bantuan langsung tunai (BLT) yang melibatkan Firdaus ini pun menjadi sorotan publik mengingat posisi penting yang dipegangnya.

Seharusnya, dana BLT yang diterima dari Kementerian Sosial itu digunakan untuk mendukung warga kurang mampu di daerah tersebut, yang terdampak oleh pandemi atau kesulitan ekonomi. Namun, tindakan Firdaus sangat bertolak belakang dengan niat awal bantuan tersebut.

Baca Juga:
Sempat Kritis! Karyawan Mister Donut Indonesia di Bandar Lampung yangTerjepit Lift Barang Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Sosoknya

Setelah dana senilai Rp 911,4 juta disalurkan oleh Kementerian Sosial melalui PT Pos Indonesia Tanjungpinang, Firdaus mendapat kewajiban untuk meneruskan dana tersebut kepada penerima yang telah terdaftar, yakni 409 keluarga penerima manfaat (KPM) yang sangat mengandalkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Namun, alih-alih menjalankan tugasnya dengan baik, Firdaus melakukan penarikan uang dalam jumlah besar, yakni Rp 448,3 juta, untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk berjudi online.

Menurut keterangan dari Aipda David Arviad, Kasi Humas Polres Natuna, setelah dana tersebut sampai di kantor Pos Cabang Sedanau, seharusnya Firdaus dan timnya segera menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak. 

Tapi Firdaus malah memilih untuk menyalahgunakan kewenangannya dan menarik sebagian dana untuk bermain judi online, yang tentu saja sangat melanggar aturan dan merugikan banyak orang. 

Baca Juga:
Viral! Pengemudi Mobil Ini Mendadak Pukul Sopir Taksi Online di Tol Jakarta, Begini Kronologi Awalnya

"Seharusnya dana tersebut digunakan untuk membantu 409 keluarga penerima manfaat, tetapi uang itu justru digunakan oleh tersangka untuk bermain judi online dan keperluan pribadi lainnya," jelas Aipda David pada Minggu, 17 November 2024.

Tindakan Firdaus diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa curiga terhadap kelancaran penyaluran dana BLT di wilayah tersebut. 

Masyarakat mulai mencium adanya ketidakwajaran dalam proses distribusi bantuan ini. 

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polres Natuna, yang berhasil mengungkapkan perbuatan Firdaus setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. 

Baca Juga:
Tampung Puluhan Anjing Ilegal untuk Dikonsumsi, Gudang Milik Warga di Banyuwangi Digerebek Polisi, Begini Kronologinya

Polisi menemukan bukti yang kuat bahwa Firdaus telah menarik uang tersebut untuk kepentingan pribadi, dengan menggunakannya untuk berjudi online.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang sisa Rp 30 juta yang masih tersisa dari jumlah yang disalahgunakan Firdaus. 

Selain itu, polisi juga menemukan dokumen penting lainnya yang menunjukkan bukti keterlibatan Firdaus dalam tindak pidana korupsi tersebut. 

Pihak kepolisian kini terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, atau apakah Firdaus beraksi seorang diri.

Baca Juga:
Viral Truk Trailer Terobos Trotoar Jalan Raya di Surabaya Hingga Ganggu Pengendara Lain, Warganet Ramai-ramai Lapor

Atas tindakannya, Firdaus dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. 

Polisi kini melanjutkan penyelidikan untuk mendalami lebih lanjut kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyalahgunaan dana BLT ini. (*/Shofia)

Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda menemukan aktifitas melanggar hukum atau lainnya segera laporkan atau menghubungi kantor kepolisian terdekat.

...

Artikel Terkait

wave

Sempat Kritis! Karyawan Mister Donut Indonesia di Bandar Lampung yangTerjepit Lift Barang Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Sosoknya

Karyawan Mister Donut Bandar Lampung meninggal dunia setelah kecelakaan di lift barang. Begini keterangan dari pihak kepolisian.

Viral! Pengemudi Mobil Ini Mendadak Pukul Sopir Taksi Online di Tol Jakarta, Begini Kronologi Awalnya

Pengemudi Wuling serang sopir taksi online di Tol Jakarta, kejadian viral dan menuai beragam komentar di media sosial.

Tampung Puluhan Anjing Ilegal untuk Dikonsumsi, Gudang Milik Warga di Banyuwangi Digerebek Polisi, Begini Kronologinya

Polisi berhasil menggerebek gudang yang menjadi tempat penampungan anjing ilegal untuk dikonsumsi di Banyuwangi Jawa Timur

Viral Truk Trailer Terobos Trotoar Jalan Raya di Surabaya Hingga Ganggu Pengendara Lain, Warganet Ramai-ramai Lapor

Sebuah truk trailer terekam dengan sengaja menerobos trotoar jalan raya di Surabaya Jawa Timur, begini reaksi warganet melihat hal tersebut

Viral! Aksi Pria Mengaku Brimob Pukul Polisi di Palembang Tuai Kecaman, Begini Kronologinya

Aksi kekerasan oleh seorang pria yang klaim Brimob di Palembang mengejutkan publik, kini pelaku ditangkap.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;