DPR Sentil Kapolrestabes Semarang Karena Kasus Polisi Tembak Siswa, Habiburokhman: Saya Telepon Nggak Angkat

Tangkap layar video yang menampilkan ketua komisi III DPR RI, Habiburokhman yang baru-baru ini singgung kasus polisi tembak siswa di Semarang
Tangkap layar video yang menampilkan ketua komisi III DPR RI, Habiburokhman yang baru-baru ini singgung kasus polisi tembak siswa di Semarang Source: (Foto/Instagram/@habiburokhmanjkttimur)

Semarang, gemasulawesi - Kejadian penembakan seorang pelajar oleh oknum polisi di Semarang, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik, termasuk di kalangan anggota DPR RI.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut menyinggung peristiwa tersebut dalam konferensi pers terkait evaluasi pengamanan Pilkada Serentak 2024.

Meski tidak berkaitan langsung dengan pemilu, Habiburokhman menyampaikan bahwa peristiwa itu menjadi perhatian serius karena adanya desakan dari masyarakat untuk menyoroti kejadian tragis tersebut.

Habiburokhman menyebut bahwa banyak masyarakat meminta agar Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, dievaluasi menyusul insiden ini.

Baca Juga:
Tanggapi Viralnya Tas Bertuliskan Bantuan Wapres Gibran untuk Korban Banjir di Jaktim, Rocky Gerung: Itu Konyol

Ia setuju dengan pandangan tersebut, terlebih setelah dirinya mencoba menghubungi Kapolrestabes untuk meminta informasi langsung namun tidak mendapat tanggapan.

"Karena kapolresnya ini, setelah kejadian, saya telepon saja nggak angkat," kata Habiburokhman pada konferensi pers Jumat 29 November 2024..

"Bagaimana mungkin kita sebagai pengawas, kita ingin dapat informasi, dari kapolresnya tidak diindahkan, padahal peristiwanya sangat luar biasa," sambung Habiburokhman.

Hal ini dianggapnya sebagai bentuk ketidakprofesionalan, terutama mengingat peristiwa tersebut luar biasa serius dengan korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga:
KPU Sulteng Tegaskan hingga Saat Ini Belum Ada Pengumuman Hasil Perolehan Suara Pilkada Tahun 2024

Perlu diketahui bahwa penembakan itu sendiri terjadi pada Minggu, 24 November 2024, saat seorang anggota Polres Semarang, berinisial R, mencoba melerai tawuran antar remaja.

Dalam upayanya, R melepaskan dua tembakan yang mengenai tiga orang, termasuk seorang siswa SMK berinisial GRO berusia 17 tahun yang tewas akibat luka tembak di bagian pinggul.

Dua korban lainnya mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pihak kepolisian telah menahan R untuk penyelidikan lebih lanjut dan menempatkannya dalam penahanan khusus selama 20 hari.

Baca Juga:
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp 2,9 Miliar, Ini Temuan Terbesar di Bandara Soekarno Hatta

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa proses hukum terhadap R sedang berjalan.

Sementara itu, Kombes Irwan Anwar menjelaskan bahwa tindakan melepaskan tembakan dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri oleh R.

Namun, pernyataan ini justru menuai kritik karena dinilai tidak cukup menjelaskan alasan penggunaan senjata api yang mengakibatkan korban jiwa.

Habiburokhman menegaskan bahwa Komisi III DPR RI akan segera memanggil Kapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ia menilai bahwa kejadian seperti ini tidak hanya merugikan keluarga korban tetapi juga dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Oleh karena itu, penyelesaian yang adil dan transparan sangat diperlukan untuk menjaga kredibilitas aparat penegak hukum di mata publik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tanggapi Viralnya Tas Bertuliskan Bantuan Wapres Gibran untuk Korban Banjir di Jaktim, Rocky Gerung: Itu Konyol

Pengamat politik, Rocky Gerung memberikan komentar terkait viralnya tas bantuan korban banjir yang bertuliskan bantuan Wapres Gibran

KPU Sulteng Tegaskan hingga Saat Ini Belum Ada Pengumuman Hasil Perolehan Suara Pilkada Tahun 2024

KPU Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman hasil perolehan suara Pilkada.

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp 2,9 Miliar, Ini Temuan Terbesar di Bandara Soekarno Hatta

Penindakan Bea Cukai Soekarno-Hatta selama November 2024 berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal besar.

Tawarkan Hadiah Besar! Tim Ridwan Kamil dan Suswono Gelar Sayembara Rp10 Juta untuk Ungkap Kecurangan Pilkada DKI Jakarta

Dugaan kecurangan Pilkada Jakarta muncul, Tim Ridwan Kamil-Suswono umumkan sayembara berhadiah Rp10 juta.

Dedi Mulyadi Tegaskan Tetap Tinggal di Kampung Jika Sudah Jadi Gubernur Jawa Barat, Begini Alasan Cagub Jabar Tersebut

Cagub Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan rencananya bakal tetap tinggal di kampung jika sudah dilantik menjadi Gubernur nanti

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;