Merupakan Daerah Endemis Malaria, Bupati Mimika Sebut untuk Memberantasnya Diperlukan Kerja Keras dan Sinergi yang Tinggi agar Terbebas dari Penyakit

Ket. Foto: Bupati Mimika Mengatakan untuk Memberantas Malaria Dibutuhkan Kerja Keras dan Sinergi yang Tinggi agar Terbebas dari Penyakit Source: (Foto/ANTARA/Muhsidin)

Timika, gemasulawesi – Bupati Mimika, Provinsi Papua Tengah, Johannes Rettob, mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama memberantas penyakit malaria yang belum kunjung selesai di daerah tersebut.

Dalam keterangannya di Mimika pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2024, Bupati Mimika menyampaikan bahwa daerah ini endemis malaria, sehingga diperlukan sinergi antar pihak guna memberantas ataupun mengeliminasi malaria.

Johannes Rettob mengatakan Mimika ini daerah endemis malaria, jadi untuk memberantasnya dibutuhkan kerja keras dan juga sinergi yang tinggi agar terbebas dari penyakit tersebut.

Baca Juga:
Sesuai dengan Target dalam 6 Bulan Pertama, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Sebut hingga Semester I Tercapai 6,8 Juta Wisatawan Domestik dan 31 Ribu Mancanegara

Dalam kesempatan itu, Rettob menyampaikan terima kasihnya atas kolaborasi dan sinergi yang dimulai dari PT Freeport Indonesia sebagai bentuk dukungan dalam mengeliminasi malaria di daerah ini.

“Terima kasih kepada PTFI Freeport Indonesia sebab telah menunjukkan komitmen yang besar dalam memberantas malaria di Mimika,” katanya.

Dia menerangkan pemerintah tidak dapat bergerak sendiri untuk melakukan eliminasi terhadap malaria.

Baca Juga:
Dalam Operasi Pekat Lipu, Jajaran Polda Sulsel Rilis Ratusan Pelaku Kejahatan Telah Ditangkap dan Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Keterlibatan stakeholder seperti UNICEF, WVI, PT Freeport Indonesia juga menjadi bagian dalam sinergi itu,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, dia mengungkapkan pihaknya berharap ke depan, semua pihak memberi perhatian dan komitmen yang sungguh agar harapan eliminasi malaria dapat terwujud.

Dia menuturkan bahwa pemerintah dan PT Freeport Indonesia berkomitmen mengeliminasi malaria agar kualitas hidup masyarakat setempat ikut meningkat.

Baca Juga:
Rutin Lakukan Monev, Pemkab Sigi Memastikan Pelayanan Administrasi Kependudukan di Masing-Masing UPT Berjalan Optimal

Johannes Rettob mengatakan kebutuhan anggaran untuk menangani malaria cukup besar.

“Jika kita mampu eliminasi malaria maka anggaran itu dapat digunakan untuk membangun yang lainnya,” tuturnya.

Di sisi lain, BPBD atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mimika, Papua Tengah menggandeng pemangku kepentingan dalam mempersiapkan dokumen siaga untuk mengantisipasi bencana.

Baca Juga:
Salah Satu Bentuk Pelayanan Publik, Satgas Operasi Madago Raya Polda Sulteng Adakan Bakti Sosial Berupa Layanan Hipnoterapi untuk Masyarakat Poso

Kepala BPBD Mimika, Moses Yarangga, menyampaikan penyusunan dokumen itu memerlukan sumbangsih pemikiran dasri pemangku kepentingan terkait, seperti Polri, TNI dan PMI, agar dirampungkan dengan baik dan juga terarah. (Antara)

Bagikan:

Artikel Terkait

Berita Terkini