Kupas Tuntas, gemasulawesi - Film Laut Bercerita yang akan tiba tahun ini menghadirkan kisah yang emosional tentang seorang aktivis mahasiswa yang menjadi korban penculikan.
Kisah dalam film yang akan datang ini berlatar di tahun 1998, dan ini merupakan adaptasi dari novel luar biasa karya Leila S. Chudori.
Laut Bercerita direncanakan untuk tayang pada tahun 2026, dan ini merupakan proyek film besar bertemakan sejarah.
Film tentang sejarah era reformasi ini memiliki karakter utama bernama Biru Laut yang pemberani namun bernasib tragis.
Laut Bercerita akan membuka kembali diskusi tentang para korban penghilangan paksa yang terjadi di era tersebut.
Visual yang kuat dan cerita yang dramatis akan membuat para penonton merasakan suasana tegang di masa itu.
Laut Bercerita tidak hanya akan menjadi kisah sejarah yang menarik untuk didalami, tapi juga kisah emosional yang menyentuh hati Anda.
Selain kisah yang menarik dan menyentuh, film ini juga akan menghadirkan jajaran aktor papan atas.
Karakater utamanya, Biru Laut, akan diperankan oleh aktor berbakat Reza Rahardian, yang terkenal akan kemampuannya mendalami karakter karena aktingnya yang penuh dengan emosi.
Selain Reza, beberapa aktor papan atas lain yang ikut bergabung dalam proyek film ini adalah Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, Christine Hakim, dan Arswendy Bening.
Proyek film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, yang dikenal dengan pendekatan realisnya.
Dalam proses produksi film ini, tim kreatif melakukan riset sejarah tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1998.
Meskipun mereka ingin memberikan kisah dramatis yang memukau, mereka juga ingin menjaga akurasi tentang masa tersebut.
Sinopsis Laut Bercerita:
Di era reformasi yang penuh dengan pembungkaman suara, Biru Laut adalah seorang aktivis yang memiliki keberanian untuk menyuarakan pendapatnya.
Keberaniannya itu justru membuatnya diculik dan dihilangkan secara misterius, membuat orang-orang terdekatnya merasakan kesedihan yang mendalam.
Pasca tragedi penculikannya, orang-orang terdekat Biru Laut mencoba mencari keadilan, termasuk kekasihnya yang bernama Ratih Anjani.
Di tengah ketegangan politik di akhir era Orde Baru, keluarga Biru Laut dan Ratih terus menuntut kejelasan atas hilangnya sang aktivis.
Mereka tidak menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan untuk menemukan Biru Laut. (*/Armyanti)