Sindir Pemda Parigi Moutong, DPRD Soroti Aksi Polisi Tambal Jalan Kota Parigi

DPRD mengkritik keras Pemkab Parigi Moutong setelah polisi turun tangan menambal jalan berlubang dan mengatasi krisis drainase puluhan tahun.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Polisi terpaksa turun ke jalan raya menambal lubang aspal yang mengancam keselamatan pengendara di Kota Parigi. Langkah darurat aparat penegak hukum ini memicu kritik tajam terhadap kinerja pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

"Aparat kepolisian turun melakukan penambalan jalan sebagai penanganan sementara pada Senin, 6 Juli 2026," ujar Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Basuki, saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna.

Kondisi jalan utama kota saat ini sangat memprihatinkan. Lubang dalam yang tersebar di berbagai ruas jalan telah memicu rentetan kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:
Dana Silpa Parigi Moutong Tembus Rp41 Miliar, Legislator Sentil Jalan Daerah Masih Hancur

Fungsi dinas teknis setempat kini dipertanyakan publik. Penanganan swadaya oleh kepolisian dinilai menjadi tamparan keras bagi jajaran eksekutif.

Solusi permanen infrastruktur tetap membutuhkan anggaran daerah. Tambalan material seadanya dari polisi hanya mampu bertahan dalam hitungan minggu.

Pemkab Parigi Moutong dituntut segera mengalokasikan dana pemulihan. Ruas jalan utama perkotaan harus mendapat prioritas pengaspalan ulang secepatnya.

"Warga setiap kali hujan harus mengangkat barang rumah tangga karena banjir," kata Basuki saat menyoroti masalah drainase.

Krisis saluran air ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Luapan air merendam permukiman warga setiap kali curah hujan tinggi.

Baca Juga:
Pansus DPRD Temukan Proyek Perpustakaan Parigi Moutong Senilai Rp8,7 Miliar Keropos

Kawasan RSUD Anuntaloko menjadi lokasi yang paling parah terdampak. Genangan air di fasilitas kesehatan ini dilaporkan mengganggu akses pelayanan medis.

DPRD mendesak para kepala dinas untuk meninjau langsung lokasi banjir. Masterplan drainase perkotaan harus segera dievaluasi dari hulu hingga hilir.

"Kehadiran pemerintah daerah sangat dinantikan untuk menyelesaikan persoalan menahun ini," ucap Basuki menutup penyataan resminya.

Bagikan: