Parigi moutong, Gemasulawesi - DPRD Parigi Moutong menemukan proyek gedung perpustakaan senilai Rp8,7 miliar rusak parah.
"Kami sangat miris melihat kualitas pekerjaan yang terkesan asal-asalan ini," ujar Anggota Pansus LHP BPK DPRD Parigi Moutong Adnyana, beberapa waktu lalu.
Fasilitas publik ini hancur. Kerusakan struktural yang sangat memprihatinkan ditemukan pada berbagai sisi interior bangunan.
Baca Juga:
DPRD Kritik Minimnya Belanja Modal Parigi Moutong Hanya Rp24 Miliar
Tampilan luar terlihat megah. Kemegahan arsitektur luar ternyata menyembunyikan kondisi bagian dalam gedung yang keropos.
DPRD mempertanyakan aspek perencanaan. Perencanaan matang dinilai tidak berjalan seiring buruknya profesionalisme pihak kontraktor pelaksana.
"Fokus utama kami adalah asas manfaat bangunan untuk masyarakat luas," kata Adnyana saat meninjau lokasi.
Uang rakyat terbuang sia-sia. Anggaran miliaran rupiah dari dana daerah gagal menghasilkan fasilitas pendidikan bermutu.
Dewan meminta pengusutan tuntas. Komitmen kuat ditunjukkan lembaga perwakilan rakyat guna mengawal kasus pemborosan dana ini.
Kontrol sosial sangat dibutuhkan. Transparansi penggunaan uang negara hanya bisa terjaga jika seluruh elemen bergerak bersama.
"Media massa harus terlibat aktif dalam pengawasan," ucap Adnyana di akhir peninjauan.
Langkah tegas segera diambil. Pansus akan membawa temuan lapangan ini ke dalam rapat evaluasi resmi.
Masyarakat dirugikan secara langsung. Hak warga untuk menikmati fasilitas literasi yang aman kini terhambat akibat kelalaian proyek.