Rakyat Palestina Menderita, Mantan Menteri Afrika Selatan Sebut Tindakan Penjajah Israel Ingatkan pada Apartheid

Ket. Foto: Mantan Menteri Afrika Selatan Menyatakan Tindakan Israel Mengingatkan pada Apartheid (Foto/X/@MarioNawfal)
Ket. Foto: Mantan Menteri Afrika Selatan Menyatakan Tindakan Israel Mengingatkan pada Apartheid (Foto/X/@MarioNawfal) Source: (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi - Hingga kini, Israel masih terus menggempur Palestina terutama Jalur Gaza dengan dalih menumpas Hamas dan tindakan itu menarik perhatian dan juga komentar berbagai pihak, termasuk mantan Menteri Afrika Selatan, Ronnie Kasrils.

Ronnie Kasrils menyatakan jika apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina mengingatkan semua orang pada apa yang dialami Afrika Selatan selama apartheid.

Ronnie Kasrils menambahkan jika selama apartheid berlangsung, hal-hal yang dialami mirip seperti yang dialami Palestina seperti represif, kekejaman, kebrutalan polisi, pembatasan pergerakan, penangkapan, penahanan dan pemukim ilegal yang mengambil tanah Palestina.

Baca Juga: Didukung AS, Ini Bagaimana Penjajah Israel Tumbuh Menjadi Anak Manja di Dunia

Lebih lanjut, Kasrils menyebutkan bahwa invasi dan perampasan air serta tanah yang dilakukan Israel serta penghancuran rumah-rumah warga Palestina dan perkebunan zaitun adalah tindakan rasis.

“Israel menggunakan taktik yang mirip dengan apa yang digunakan oleh rezim apartheid Afrika Selatan ketika mengusir warga kulit hitam dari tanah mereka untuk menciptakan wilayah Bantustan yang hanya diperuntukkan untuk orang kulit hitam,” katanya.

Dia menegaskan jika Israel adalah negara apartheid.

Baca Juga: Didesak untuk Berhenti, Pakar Sebut Gaza Adalah Hiroshima Baru dan Dunia Hanya Berdiri serta Menyaksikan

“Israel adalah negara pemukim, seperti Afrika Selatan pada era apartheid,” ujarnya.

Dia menerangkan tidak seperti di Afrika Selatan dimana penjajah mengeksploitasi orang kulit hitam untuk dijadikan pekerja, rezim Israel tidak menginginkan pekerja Palestina karena takut akan demografi.

“Jadi sekarang mereka mencari pekerja dari negara-negara Afrika seperti Malawi dan Thailand di Asia,” jelasnya.

Baca Juga: Sempat Tenar Saat Pertukaran Tahanan, Ini tentang Israa Jaabis yang Kini Bebas dari Penjara Penjajah Israel

Ronnie Kasrils kemudian mengutip istilah Nazi yang digunakan untuk orang yang mereka anggap inferior, yakni lebih rendah dari manusia atau bahkan hewan.

“Begitulah para pemimpin dan pendukung apartheid biasa menyebut orang kulit hitam di Afrika Selatan,” terangnya.

Ronnie Kasrils yang juga merupakan mantan pendukung anti-apartheid ini mengakui dia telah dicap oleh beberapa orang sebagai anti-Semit karena pendiriannya yang mendukung hak-hak warga Palestina.

Baca Juga: Hina Hamas Lebih Buruk dari Nazi, Pernyataan Komentator Sayap Kanan Penjajah Israel Disebut Ungkapkan Visi Genosida

Selama perang Palestina berlangsung, Afrika Selatan telah menunjukkan dan mengambil sikap yang mendukung Palestina.

Salah satu negara di Benua Afrika itu mengutuk serangan mematikan Israel di Jalur Gaza yang kini telah menyebabkan lebih dari 18.000 rakyat Palestina tewas. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dikatakan Sebagai Upaya Kendalikan Narasi, Penjajah Israel Disebutkan Berusaha Membungkam Media Palestina

Israel dilaporkan berusaha membungkam media Palestina sebagai upaya mereka untuk mengendalikan narasi dan menghapus jejak kejahatan.

Ikut Jadi Sasaran, Petugas Medis Palestina Akui Tidak Ada Waktu untuk Berkabung Akibat Serangan Penjajah Israel

Para petugas medis di Palestina mengakui jika mereka tidak memiliki waktu untuk berkabung karena agresi yang dilakukan Israel.

Pemindahan Penduduk Secara Paksa atau Genosida, Penjajah Israel Disebutkan Hanya Akan Berikan 2 Pilihan untuk Palestina

Israel disebutkan hanya akan memberikan pilihan pemindahan penduduk secara paksa atau genosida untuk rakyat Palestina.

Belasan Ribu Tewas, Citra Sebagai Pelopor Teknologi Ramah Lingkungan Disebutkan Bantu Penjajah Israel Lakukan Apartheid

Dikatakan jika citra Israel sebagai pelopor teknologi lingkungana membantu mereka melakukan apartheid di Palestina.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;