3 Warga Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Timur Kota Gaza

Ket. Foto: 3 Warga Palestina Tewas Karena Serangan Udara Penjajah Israel di Timur Kota Gaza
Ket. Foto: 3 Warga Palestina Tewas Karena Serangan Udara Penjajah Israel di Timur Kota Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – 3 warga tewas dan lainnya terluka pada hari Sabtu, tanggal 5 April 2025 waktu setempat, dalam serangan udara penjajah Israel yang menargetkan warga sipil di lingkungan Shuja’iyya di timur Kota Gaza dan juga sebuah rumah yang terletak di timur laut Rafah di Jalur Gaza selatan.

Sumber-sumber lokal melaporkan pesawat tak berawak penjajah Israel mengebom sebuah rumah milik keluarga Shaat di Kota Al-Nasr di timur laut Rafah, menewaskan Jabr Shaat dan juga melukai yang lainnya.

“Pesawat tak berawak tersebut menargetkan sekelompok warga di lingkungan Shuja’iyya di sebelah timur Kota Gaza yang menewaskan 2 orang warga Palestina,” ungkap mereka.

Selain itu, artileri penjajah Israel juga menembaki Kota Abasan al-Kabira di sebelah timur Khan Younis.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mencegah Seorang Penggembala Palestina Menggembalakan Ternaknya di Selatan Hebron

Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 50.609 dan jumlah yang terluka telah meningkat menjadi 115.603 sejak dimulainya agresi penjajah Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023.

Di sisi lain, penjajah Israel pada hari Sabtu menembaki seorang petani Palestina saat dia sedang menggarap lahannya di Desa Talfit di selatan Nablus.

Menurut sumber setempat, sekelompok penjajah Israel menembaki petani Muhammad Faraj saat dia sedang menggarap tanahnya di daerah Wadi al-Jami’ di pusat Talfit dan memaksanya pergi.

Di sisi lain, protes pro-Palestina oleh karyawan Microsoft telah mengganggu perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan itu, reaksi terbaru atas upaya industri teknologi untuk memasok teknologi kecerdasan buatan kepada militer penjajah Israel.

Baca Juga:
Militer Pendudukan Penjajah Israel Dilaporkan Memperluas Serangan Daratnya di Jalur Gaza Utara

Protes itu dimulai ketika CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, sedang menyajikan pembaruan produk dan visi jangka panjang untuk Copilot, produk asisten AI perusahaan, kepada audiens yang mencakup salah satu pendiri Microsoft Bill Gates dan mantan CEO Steve Ballmer. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Mencegah Seorang Penggembala Palestina Menggembalakan Ternaknya di Selatan Hebron

Seorang penggembala Palestina dicegah oleh pasukan penjajah Israel untuk menggembalakan ternaknya di selatan Hebron.

Militer Pendudukan Penjajah Israel Dilaporkan Memperluas Serangan Daratnya di Jalur Gaza Utara

Serangan darat di Jalur Gaza utara diperluas oleh militer penjajah Israel pada hari Jumat pagi, maju ke lingkungan Shujaiyya.

Seorang Remaja Palestina Ditembak oleh Pasukan Penjajah Israel di Sebelah Barat Bethlehem

Pasukan penjajah Israel menembak seorang remaja Palestina di dekat Desa Husan yang terletak di sebelah barat Bethlehem.

Pasukan Penjajah Israel Menahan Seorang Pria Palestina setelah Menembaknya di Kota Meithaloun

Seorang pria Palestina ditahan oleh pasukan penjajah Israel setelah mereka menembaknya di Kota Meithaloun, selatan Jenin.

UNRWA Bunyikan Peringatan atas Meningkatnya Penumpukan Sampah di Jalur Gaza

Peringatan dibunyikan UNRWA atas meningkatnya penumpukan sampah di Jalur Gaza dan memperingatkan hal itu membahayakan kesehatan.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;