Internasional, gemasulawesi – Harian lokal penjajah Israel dalam laporannya tanggal 28 Desember 2024 mengatakan tentara penjajah Israel telah menggunakan pengangkut personel lapis baja atau APC bermuatan bahan peledak yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menetralisir alat peledak rakitan atau IED dan perangkap yang dipasang oleh kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Dalam laporannya, harian lokal penjajah Israel menyampaikan sumber ledakan dahsyat yang terdengar di hari Kamis di penjajah Israel selatan dan tengah adalah penggunaan kendaraan pengangkut personel lapis baja M113 tua oleh tentara penjajah Israel yang diisi dengan berton-ton bahan peledak untuk meledakkan area yang dipasangi perangkap dan alat peledak di Jalur Gaza.
“Militer menggunakan APC M113 berlapis baja tebal yang diisi dengan bahan peledak untuk menghancurkan lokasi yang dipasangi alat peledak dari jarak jauh,” ujar mereka.
Pada hari Kamis lalu diketahui warga di seluruh penjajah Israel melaporkan mendengar serangkaian ledakan.
Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Memperluas Koridor Militer yang Membelah Gaza Menjadi Dua
Meski tentara penjajah Israel tidak mengeluarkan penjelasan resmi, ada spekulasi ledakan tersebut terkait dengan operasi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Saksi mata di Jalur Gaza memberitahu media tentang pembongkaran besar-besaran bangunan yang tersisa di Jalur Gaza utara yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel.
Penjajah Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di Jalur Gaza utara di tanggal 5 Oktober 2024 yang diduga untuk mencegah Hamas untuk berkumpul kembali.
Tetapi Palestina menuduh penjajah Israel bermaksud menduduki wilayah tersebut dan menggusur paksa penduduknya.
Baca Juga:
Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Fasilitas di Perlintasan Janta di Perbatasan Suriah dan Lebanon
Di sisi lain, para diplomat tinggi Tiongkok dan Iran pada hari Sabtu, tanggal 28 Desember 2024 waktu setempat menekankan perlunya menangani masalah Palestina dengan menghormati dan memulihkan hak-hak sah rakyat Palestina dan mengakhiri pendudukan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongk0k setelah pertemuan Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi di Beijing, kedua belah pihak menyoroti urgensi gencatan senjata segera, penarikan pasukan penuh, dan bantuan kemanusiaan darurat. (*/Mey)